Home » Artikel Indonesia » Google Search Update September 2026: Dampak August Spam Update dan Apa yang Harus Dilakukan Publisher
Artikel Indonesia

Google Search Update September 2026: Dampak August Spam Update dan Apa yang Harus Dilakukan Publisher

September 14, 2026 oleh Marga Bagus 17 menit baca
Google Search Update September 2026 dan dampak August Spam Update terhadap ranking website

Google Search Update September 2026 menjadi perhatian publisher setelah perubahan ranking yang cukup besar terjadi pada paruh kedua Agustus. Google memang belum mengumumkan core update baru pada September hingga 14 September 2026, tetapi efek August 2026 Spam Update masih layak diperiksa karena data SE Ranking yang dilaporkan Search Engine Land menunjukkan 16,71% URL yang sebelumnya berada di Top 10 turun hingga melewati posisi 100 selama periode pengamatan update, dibandingkan 9,2% pada periode pembanding di Juli. [1][2] Bagi publisher yang melihat traffic organik turun, persoalannya bukan sekadar mencari nama algoritma terbaru, melainkan memahami kapan penurunan dimulai, halaman apa yang terdampak, pola query yang berubah, serta apakah masalah tersebut benar benar berhubungan dengan update Google. Pembahasan berikut akan membantu membaca perubahan tersebut dengan lebih terukur sebelum mengambil tindakan besar pada website.

Ringkasan Google Search Update September 2026

Perkembangan Status hingga 14 September 2026 Implikasi untuk Publisher
Core Update September 2026 Belum diumumkan Google Jangan menganggap setiap fluktuasi September sebagai core update
August 2026 Spam Update Dimulai 18 Agustus dan selesai 21 Agustus 2026 Periksa perubahan traffic di sekitar periode rollout
Dampak ranking 16,71% URL Top 10 dalam studi SE Ranking turun melewati posisi 100 Angka ini menunjukkan volatilitas tinggi, bukan bukti bahwa 16,71% website terkena penalti
Site Reputation Abuse Pendekatan enforcement diperbarui mulai 30 Agustus 2026 Publisher dengan konten pihak ketiga perlu melakukan audit lebih serius
Search Generative AI Reports Tersedia secara global sejak 31 Agustus 2026 Impression dari AI Overviews dan AI Mode kini dapat dianalisis lebih terpisah
Posisi 1 sampai 10 Semakin sulit dimaknai secara tradisional Analisis SEO perlu melihat visibility, impressions, pages, queries, dan fitur Search secara bersamaan
Dampak August 2026 Spam Update terhadap volatilitas dan ranking Google Search
August 2026 Spam Update menyebabkan volatilitas ranking yang jauh lebih tinggi dibanding periode pembanding normal.

Apakah Google Merilis Core Update pada September 2026?

Sampai 14 September 2026, Google belum mencatat adanya core update September dalam Search Status Dashboard. Daftar resmi update ranking Google masih menempatkan August 2026 Spam Update sebagai update ranking terbaru, setelah June Spam Update, May Core Update, serta rangkaian update lain sebelumnya pada 2026. [1] Ini penting karena istilah Google algorithm update September 2026 mudah digunakan secara terlalu longgar ketika pemilik website melihat ranking berubah.

Artinya, penurunan traffic pada awal atau pertengahan September tidak otomatis membuktikan bahwa Google sedang menjalankan core update baru. Search memang dapat berubah setiap saat karena sistem ranking Google terus bekerja, kompetitor memperbarui halaman, indeks berubah, bentuk SERP berkembang, dan perilaku pencarian pengguna ikut bergeser.

Google juga tidak mengumumkan setiap perubahan kecil dalam sistem Search. Karena itu, publisher sebaiknya membedakan antara update resmi yang tercatat di Search Status Dashboard dengan Google search volatility yang hanya terlihat pada alat pelacak pihak ketiga.

Dengan pendekatan seperti ini, diagnosis menjadi lebih aman. Jika ranking turun September 2026, pertanyaan pertama seharusnya bukan, “Google sedang update apa?”, tetapi, “Sejak kapan data website berubah dan bagian mana yang benar benar kehilangan visibility?”

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Google Search Saat Ini?

Situasi Search pada September lebih tepat dipahami sebagai fase setelah update besar yang berlangsung pada Agustus, bersamaan dengan perubahan cara Google menampilkan dan melaporkan pengalaman pencarian berbasis AI. Ada beberapa sinyal berbeda yang berlangsung berdekatan, sehingga mudah tercampur bila hanya melihat grafik ranking harian.

Perubahan tersebut juga memperlihatkan mengapa analisis SEO modern tidak lagi cukup mengandalkan satu angka posisi keyword. Publisher perlu membaca konteks update resmi, Search Console, performa halaman, query, bentuk hasil pencarian, serta fitur AI secara bersamaan.

August 2026 Spam Update Selesai, tetapi Dampaknya Masih Terasa

Google mulai menjalankan August 2026 Spam Update pada 18 Agustus dan menandainya selesai pada 21 Agustus 2026. Dashboard resmi mencatat rollout selama sekitar dua hari dan 16 jam. [1] Search Engine Land juga melaporkan bahwa update tersebut berlaku secara global dan untuk seluruh bahasa. [3]

Data yang paling menarik datang dari SE Ranking. Perusahaan tersebut menganalisis 100.000 keyword organik Google di Amerika Serikat dari 20 industri, kemudian membandingkan posisi sebelum dan sesudah update dengan periode pembanding pada Juli ketika tidak ada update ranking yang dikonfirmasi.

Hasilnya, 16,71% URL yang sebelumnya berada di Top 10 turun hingga melewati posisi 100 untuk keyword yang sama. Dalam periode pembanding Juli, angkanya 9,2%. Dengan demikian, tingkat URL Top 10 yang keluar dari Top 100 sekitar 82% lebih tinggi selama jendela pengamatan August Spam Update. [2]

Angka tersebut sangat berguna untuk menggambarkan tingkat gangguan ranking, tetapi jangan diterjemahkan menjadi “16,71% website terkena penalti”. Studi tersebut mengukur perubahan posisi URL, bukan penyebab turunnya setiap halaman. SE Ranking juga tidak melakukan diagnosis per domain untuk menentukan apakah halaman tertentu melanggar kebijakan spam Google.

Perbedaan ini penting. Sebuah URL yang keluar dari batas Top 100 bisa mengalami penurunan ranking, kehilangan relevansi terhadap query tertentu, mengalami perubahan indexing, atau tergantikan oleh hasil lain. Data ranking saja belum cukup untuk menentukan penyebab akhirnya.

Volatilitas Ranking Mulai Lebih Sulit Dipisahkan dari Perubahan Search

Setelah August Spam Update selesai, sejumlah alat pelacak pihak ketiga dan komunitas SEO masih melaporkan volatilitas ranking. Search Engine Roundtable mencatat aktivitas ranking lanjutan pada akhir Agustus, tetapi Google tidak mengumumkannya sebagai update ranking terpisah. [4]

Memasuki September, Search Status Dashboard juga belum menunjukkan core update atau spam update baru. Karena itu, fluktuasi individual pada suatu website sebaiknya tidak langsung diberi label sebagai Google algorithm update terbaru.

Perubahan ranking harian memang menarik untuk dipantau, tetapi korelasi waktu tidak selalu berarti sebab akibat. Website dapat kehilangan posisi karena kompetitor memperbaiki konten, halaman berubah, intent pencarian bergeser, indeks diperbarui, atau komposisi SERP berubah.

Prinsip praktisnya sederhana, gunakan volatility tracker sebagai alarm untuk melakukan pemeriksaan, bukan sebagai alat untuk menentukan diagnosis akhir.

Website Seperti Apa yang Perlu Lebih Waspada?

Google tidak memublikasikan daftar jenis website yang “dihukum” oleh August 2026 Spam Update. Bahkan data SE Ranking yang menunjukkan volatilitas tinggi tidak mengidentifikasi pola konten atau domain yang paling banyak kehilangan ranking. Karena itu, tidak tepat menyimpulkan bahwa semua website dengan karakteristik tertentu otomatis terkena update.

Namun, publisher tetap dapat menggunakan kebijakan spam resmi Google sebagai kerangka audit. Kebijakan tersebut menjelaskan praktik yang dapat menyebabkan ranking turun atau halaman tidak tampil di Search. [5]

Salah satu area yang perlu diperiksa adalah scaled content abuse, yaitu pembuatan banyak halaman dengan tujuan utama memanipulasi ranking dan bukan memberi manfaat nyata kepada pengguna. Masalahnya bukan semata mata apakah konten dibuat dengan AI, manusia, atau kombinasi keduanya. Google secara eksplisit menyatakan bahwa penggunaan generative AI dapat membantu proses pembuatan konten, tetapi menghasilkan banyak halaman tanpa memberikan nilai tambah dapat melanggar kebijakan scaled content abuse. [6]

Website yang menjalankan programmatic SEO juga perlu mengevaluasi kualitas outputnya secara serius. Programmatic publishing tidak otomatis melanggar kebijakan, tetapi skala produksi tidak dapat menggantikan nilai editorial, kegunaan halaman, keunikan informasi, serta relevansinya bagi pengguna.

Area lain yang perlu diaudit adalah manipulasi link, penggunaan expired domain untuk mengeksploitasi sinyal lama, serta publikasi konten pihak ketiga yang tidak memiliki hubungan masuk akal dengan tujuan utama website dan dibuat terutama untuk mendapatkan keuntungan dari authority domain.

Dengan kata lain, penggunaan AI bukan indikator penalti. Yang jauh lebih penting adalah tujuan konten, nilai yang diberikan, kualitas eksekusi, dan apakah teknik tersebut digunakan untuk membantu pengguna atau terutama untuk memanipulasi sistem ranking Google.

Google Juga Memperketat Site Reputation Abuse

Perubahan penting lain terjadi menjelang September. Pada 28 Agustus 2026, Google memperbarui penjelasan mengenai kebijakan site reputation abuse, kemudian perubahan pendekatan enforcement mulai berlaku pada 30 Agustus. [7]

Site reputation abuse merujuk pada situasi ketika konten pihak ketiga ditempatkan di website yang telah memiliki reputasi kuat dengan tujuan memanfaatkan sinyal atau reputasi situs tersebut agar konten memperoleh ranking lebih tinggi daripada yang seharusnya.

Google menegaskan bahwa praktik semacam itu dapat merusak kualitas Search. Namun, perubahan terbaru juga memiliki konteks regional. Untuk pengguna di luar European Economic Area, manual action terkait site reputation abuse tetap dapat memengaruhi bagian website yang terkena tindakan. Untuk pencarian di EEA, Google menjelaskan bahwa dampak manual action tersebut diperlakukan berbeda, termasuk kemungkinan memisahkan bagian website agar dinilai secara lebih independen. [7]

Bagi publisher Indonesia, inti yang perlu diperhatikan bukan perubahan regulasi Eropa, melainkan prinsip dasarnya. Authority domain tidak seharusnya menjadi kendaraan untuk menerbitkan konten pihak ketiga yang tujuan utamanya memperoleh keuntungan ranking.

Apakah Guest Post dan Sponsored Article Dilarang Google?

Tidak. Guest post maupun artikel sponsor tidak otomatis melanggar kebijakan Google.

Kesalahpahaman sering muncul karena site reputation abuse disederhanakan menjadi “Google melarang konten pihak ketiga”. Padahal faktor utama yang dipermasalahkan adalah penggunaan reputasi website untuk memanipulasi Search, bukan sekadar identitas penulisnya.

Sebuah media dapat menerima artikel dari pakar, kontributor, perusahaan, atau mitra selama terdapat alasan editorial yang masuk akal dan kontennya tetap memberikan manfaat bagi audiens. Publisher tetap perlu melakukan editorial review, memastikan informasi sesuai dengan ruang lingkup website, serta tidak memperlakukan authority domain sebagai komoditas ranking.

Dengan demikian, pertanyaan yang lebih berguna bukan “Apakah artikel ini ditulis pihak ketiga?”, tetapi “Apakah artikel ini memang layak diterbitkan untuk pembaca website ini jika keuntungan SEO dikeluarkan dari pertimbangannya?”

Bagaimana dengan Paid Link dan Advertorial?

Google juga tidak mengatakan bahwa aktivitas sponsorship di internet harus dihentikan. Google justru mengakui bahwa jual beli link dapat terjadi sebagai bagian normal dari iklan dan sponsorship di web. Yang penting, link berbayar harus diberi atribut yang sesuai agar hubungan komersial tersebut dapat dikenali. [8]

Untuk placement berbayar, Google merekomendasikan penggunaan rel="sponsored". Atribut nofollow juga masih dapat digunakan, meskipun Google menyebut sponsored sebagai pilihan yang lebih disarankan untuk advertising atau paid placement. [8]

Publisher juga sebaiknya menjaga proses editorial. Advertorial yang relevan dengan audiens, diperiksa sebelum terbit, memiliki disclosure yang jelas, dan tidak menjanjikan manipulasi ranking memiliki konteks yang sangat berbeda dari layanan penempatan artikel massal yang menjual authority domain beserta dofollow link sebagai produk SEO.

Jika penawaran sponsored content mulai menggunakan klaim seperti “jaminan ranking”, “transfer authority”, atau “dofollow untuk meningkatkan posisi Google”, model tersebut sudah berada di wilayah yang jauh lebih berisiko.

Jangan Langsung Menghapus atau Mengubah Semua Artikel

Ketika ranking Google turun setelah update, reaksi spontan sering kali adalah menghapus artikel, mengganti judul secara massal, mengurangi konten, menambah ribuan internal link, atau melakukan rewrite besar pada seluruh website. Tindakan seperti itu justru dapat menghilangkan bukti yang diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Panduan Google tentang people first content menyarankan pemilik website yang mengalami penurunan untuk melihat halaman mana yang paling terdampak dan jenis pencarian apa yang berubah. [9] Analisis tersebut jauh lebih berguna daripada melakukan perubahan menyeluruh tanpa mengetahui sumber masalah.

Newsletter WhatsApp & Telegram

Dapatkan update artikel via WhatsApp & Telegram

Pilih kanal favorit Anda: WhatsApp untuk notifikasi singkat langsung ke ponsel, Telegram untuk arsip lengkap & DM Bot pilih topik.

Mulailah dari timeframe. Bila traffic turun pada 12 Agustus, misalnya, penurunan tersebut terjadi sebelum August Spam Update dimulai pada 18 Agustus. Menyebutnya sebagai dampak langsung update tersebut akan membuat diagnosis sejak awal sudah keliru.

Sebaliknya, bila penurunan mulai terlihat antara 18 dan 21 Agustus, kemudian bertahan setelah rollout selesai, hubungan waktunya lebih masuk akal untuk diperiksa. Namun, korelasi tersebut tetap belum membuktikan pelanggaran spam.

Setelah timeframe ditemukan, identifikasi halaman yang kehilangan impressions dan clicks, lalu periksa query yang berubah. Jika penurunannya hanya terjadi pada kelompok halaman tertentu, audit sebaiknya difokuskan pada kelompok tersebut terlebih dahulu daripada merombak seluruh website.

Cara Mengecek Apakah Website Terdampak Update Google

Google Search Console merupakan tempat paling masuk akal untuk memulai karena datanya berasal langsung dari aktivitas website di Google Search. Laporan Performance memungkinkan publisher membandingkan clicks, impressions, queries, pages, countries, dan perangkat berdasarkan periode tertentu. [10]

Untuk August 2026 Spam Update, pembagian periode yang praktis adalah membandingkan 11 sampai 17 Agustus, 18 sampai 24 Agustus, lalu 1 sampai 14 September 2026. Periode pertama memberi gambaran sebelum rollout, periode kedua mencakup masa update beserta beberapa hari sesudahnya, sedangkan data September membantu melihat apakah perubahan tersebut bertahan.

Buka Search Console, masuk ke Performance, pilih Search Results, kemudian gunakan fitur Compare. Jangan berhenti pada total clicks.

Masuk ke tab Pages untuk menemukan URL yang kehilangan visibility paling besar. Setelah itu pindah ke Queries untuk melihat apakah kehilangan tersebut terjadi pada topik tertentu, keyword tertentu, atau hampir seluruh query sebuah halaman.

Perhatikan impressions terlebih dahulu. Jika impressions turun tajam, kemungkinan visibility memang berkurang. Jika impressions relatif stabil tetapi clicks turun, masalahnya bisa berbeda, misalnya perubahan CTR atau bentuk SERP.

Kemudian periksa average position dengan hati hati. Angka ini tetap berguna, tetapi Search modern membuat interpretasinya semakin kompleks. Posisi rata rata tidak selalu dapat diterjemahkan menjadi “peringkat klasik” seperti satu dekade lalu.

Terakhir, kelompokkan URL berdasarkan pola. Jika sebagian besar artikel tetap stabil sementara satu cluster topik jatuh, itu memberi petunjuk yang jauh lebih kuat dibanding melihat grafik domain secara keseluruhan.

Posisi 1 sampai 10 Google Makin Sulit Dibaca Secara Tradisional

Pada 10 September 2026, John Mueller dari Google memberikan konteks penting mengenai cara membaca posisi Search saat ini. Menanggapi pertanyaan tentang impressions dan posisi dalam pengalaman generative AI, Mueller mengatakan bahwa konsep lama posisi 1 sampai 10 semakin sulit dipetakan menjadi sesuatu yang benar benar berguna bagi pemilik website. [11]

Alasannya terlihat langsung ketika membuka Search modern. Sebuah halaman hasil pencarian dapat berisi AI Overview, hasil web tradisional, gambar, video, featured result, berbagai modul interaktif, serta elemen lain yang tidak mengikuti pola sederhana sepuluh blue links.

Dokumentasi Google juga menjelaskan bahwa AI Overview diperlakukan sebagai satu blok posisi. Semua link di dalam AI Overview memperoleh posisi dari blok tersebut. AI Mode juga menggunakan metodologi posisi Search, sementara pertanyaan lanjutan pengguna dianggap sebagai query baru. [12]

Implikasinya cukup besar bagi analisis SEO. Publisher sebaiknya tidak lagi menganggap perpindahan average position dari 4,8 menjadi 6,1 sebagai satu satunya ukuran keberhasilan atau kegagalan.

Visibility perlu dibaca bersama impressions, clicks, CTR, halaman yang tampil, jenis query, serta keberadaan website di pengalaman generative AI.

AI Overviews dan AI Mode Mengubah Cara Kita Membaca Search Console

Perubahan Search Console pada 2026 mungkin sama pentingnya dengan pembaruan algoritma bagi publisher. Google memperkenalkan Search Generative AI Performance Reports pada Juni, kemudian mencatat bahwa mulai 31 Agustus 2026 insight tersebut telah diluncurkan untuk seluruh website secara global. [13]

Laporan ini memberikan tampilan khusus mengenai impressions website dalam fitur generative AI Google Search, termasuk AI Overviews dan AI Mode. Publisher dapat melihat halaman yang memperoleh impressions, negara asal visibility, perangkat, serta perubahan performa berdasarkan waktu.

Hal ini menyelesaikan sebagian masalah lama ketika performa dari pengalaman AI sulit dipisahkan dari laporan Search secara umum. Data generative AI tetap menjadi bagian dari ekosistem Search Console, tetapi laporan khusus membuat publisher dapat membaca visibility AI dengan konteks yang lebih jelas.

Ada satu detail menarik yang sering terlewat. Google menjelaskan bahwa laporan tersebut berfokus pada impressions. Dengan demikian, publisher tidak seharusnya memperlakukannya seperti laporan keyword ranking klasik.

Google juga telah menyediakan kontrol Search generative AI di Search Console secara global sejak 31 Agustus 2026. Secara default, konten website dapat disertakan dalam AI Overviews, AI Mode, dan generative AI features di Discover. Publisher dapat memilih untuk mengecualikan konten dari fitur tersebut, tetapi konsekuensinya website tidak akan memperoleh impressions atau traffic dari pengalaman generative AI terkait. [14]

Perubahan ini memperlihatkan bahwa SEO pada 2026 semakin berkaitan dengan visibility lintas format, bukan sekadar memenangkan satu posisi organik.

Apa yang Harus Dilakukan Publisher pada September 2026?

Strategi paling aman setelah Google Search ranking update bukan mengejar pola algoritma yang belum dikonfirmasi, melainkan meningkatkan kualitas bagian website yang memang terbukti lemah. Google sendiri dalam panduan terbaru untuk generative AI Search menekankan bahwa fondasi SEO tetap relevan dan tidak ada markup rahasia atau optimasi khusus yang diperlukan agar dapat muncul di AI Overviews maupun AI Mode. [15]

Prioritas pertama adalah konten. Google menyarankan pembuatan konten yang bernilai, unik, dan non commodity, yakni tidak sekadar merangkum informasi yang sudah tersedia di banyak tempat. [16] First hand experience dapat menjadi pembeda ketika memang relevan, tetapi tidak perlu dipaksakan pada topik yang secara alami membutuhkan riset, dokumentasi resmi, atau analisis data.

Sumber juga semakin penting. Jika sebuah artikel membahas statistik, kebijakan, teknologi, kesehatan, finansial, atau informasi yang mudah berubah, tautkan klaim tersebut pada sumber yang otoritatif. Google bahkan menyebut external linking yang kontekstual sebagai salah satu cara membantu membangun trustworthiness. [17]

Update artikel sebaiknya dilakukan ketika terdapat perubahan substantif, bukan sekadar mengganti tanggal publikasi atau menambahkan beberapa kalimat agar terlihat baru. Artikel lama yang masih akurat tidak harus ditulis ulang hanya karena ada update algoritma.

Internal linking tetap penting karena membantu pembaca dan crawler menemukan hubungan antarhalaman. Namun internal link sebaiknya mengikuti struktur topik yang logis, bukan ditempelkan sebanyak mungkin hanya untuk mengirimkan sinyal ranking.

Structured data juga tetap layak digunakan ketika sesuai dengan konten yang terlihat di halaman. Google menegaskan bahwa structured data harus cocok dengan isi nyata halaman dan tidak ada schema khusus yang diperlukan untuk AI Overview atau AI Mode. [15]

Untuk website media atau publisher, audit third party content menjadi semakin penting. Periksa kategori sponsored article, guest contribution, partnership content, affiliate content, dan halaman yang memiliki pola berbeda dari editorial utama. Pastikan keberadaannya mempunyai alasan yang masuk akal bagi audiens, menjalani editorial review, serta menggunakan atribut link komersial yang benar.

Jika ranking turun setelah update, jangan menjadikan AI sebagai tersangka otomatis. Google tidak memiliki kebijakan yang mengatakan bahwa konten buatan AI secara umum dilarang. Risiko muncul ketika automation digunakan dalam skala besar untuk menghasilkan halaman bernilai rendah atau memanipulasi ranking. [6]

Google Search pada 2026 justru semakin jelas bergerak menuju evaluasi nilai informasi, relevansi, kualitas pengalaman, dan kemampuan konten memberikan sesuatu yang tidak mudah digantikan oleh ringkasan generik.

Strategi publisher menghadapi Google Search dan AI Search pada 2026
Fondasi SEO, konten bernilai, sumber terpercaya, dan proses editorial tetap relevan saat Search berkembang menuju pengalaman berbasis AI.

Membaca Google Search Update September 2026 dengan Lebih Tenang

Perubahan yang terlihat pada September 2026 tidak perlu diterjemahkan sebagai core update baru tanpa bukti. Sampai 14 September, update ranking terakhir yang dikonfirmasi Google tetap August 2026 Spam Update, sementara Search sendiri terus berkembang melalui AI Overviews, AI Mode, perubahan kebijakan site reputation abuse, serta laporan generative AI baru di Search Console.

Bagi publisher yang mengalami Google ranking turun September 2026, pendekatan terbaik adalah memperlakukan data seperti investigasi. Temukan tanggal awal penurunan, halaman yang terdampak, query yang kehilangan visibility, kemudian cocokkan dengan timeline update resmi dan kebijakan Google sebelum melakukan perubahan besar.

Website yang mempunyai konten original, sumber jelas, tujuan editorial yang konsisten, internal linking yang masuk akal, structured data yang akurat, serta proses review yang baik memiliki fondasi yang jauh lebih sehat daripada website yang mencoba menebak setiap pergerakan algoritma.

Search akan terus berubah, termasuk cara Google menampilkan jawaban berbasis AI. Publisher tidak harus mengikuti setiap rumor algoritma, tetapi perlu semakin disiplin membedakan data, interpretasi, dan fakta. Jika website Anda mengalami perubahan ranking setelah August Spam Update atau selama September 2026, silakan bagikan pola yang Anda lihat melalui kolom komentar, termasuk tanggal penurunan dan jenis halaman yang terdampak agar bisa menjadi bahan diskusi bersama.

References

  1. Google Search Status Dashboard — Ranking Updates History
  2. Search Engine Land — Google’s August 2026 Spam Update Hit Rankings Harder Than Normal
  3. Search Engine Land — Google August 2026 Spam Update Done Rolling Out
  4. Search Engine Roundtable — Google Search Ranking Volatility Continues Post August Spam Update
  5. Google Search Central — Spam Policies for Google Web Search
  6. Google Search Central — Guidance on Using Generative AI Content
  7. Google Search Central — Update to the Site Reputation Policy
  8. Google Search Central — Qualify Outbound Links
  9. Google Search Central — Creating Helpful, Reliable, People First Content
  10. Google Search Console Help — Performance Report
  11. Search Engine Roundtable — Google Says the Old Position 1 to 10 Is Hard to Map
  12. Google Search Console Help — Impressions, Position, and Clicks
  13. Google Search Central — Search Generative AI Performance Reports
  14. Google Search Console Help — Search Generative AI Control
  15. Google Search Central — AI Features and Your Website
  16. Google Search Central — Optimizing for Generative AI Features
  17. Google Search Central — SEO Link Best Practices

Sebarkan sinyal

Pertanyaan yang Sering Diajukan

# Google # Google Search # Google Search Update

Siap menerapkan ini untuk bisnis kamu?

Mari Diskusi →

Leave a Reply

Your email address will not be published.

9 + 2 =