Daftar Isi Artikel
- Update-nya sedang berjalan atau sudah selesai?
- Cek status resmi rollout
- Kenapa jangan buru-buru analisis sebelum waktunya
- Bandingkan tanggal yang benar, biar analisis tidak menyesatkan
- Contoh cara berpikir periode (tanpa menebak-nebak)
- 3 laporan Search Console yang wajib dibuka dulu
- 1) Performance → Search results → Pages
- 2) Performance → Search results → Queries
- 3) Pisahkan branded vs non-branded
- Menemukan “halaman penyebab”, bukan cuma halaman korban
- Pola umum yang sering terjadi setelah core update
- Cek SERP ulang: siapa yang naik menggantikan Anda, dan kenapa
- Rencana 7 hari: quick wins yang masuk akal
- Checklist 7 hari (prioritas tinggi)
- Rencana 30 hari: yang biasanya benar-benar mengubah arah
- Checklist 30 hari (yang scalable)
- Tabel praktis: mana yang dikerjakan dulu?
- Kapan bisa pulih?
- Indikator Anda ada di jalur yang benar
- Mini SOP: Cara debug drop trafik tanpa menuduh algoritma dulu
- Kesimpulan yang lebih berguna daripada “jangan panik”
Kalau Anda sudah menjalankan artikel “Checklist 48 Jam” kemarin, selamat, Anda sudah melakukan hal paling penting, yaitu mencegah kepanikan berubah jadi keputusan buruk. Sekarang masuk fase berikutnya, fase yang biasanya menentukan apakah trafik balik naik atau malah makin merosot, audit yang benar dan rencana perbaikan yang realistis.
Di artikel ini, saya akan bantu Anda membaca dampak Google December 2025 Core Update dengan cara yang rapi, bisa diulang oleh tim, dan tidak bergantung pada feeling semata. Kita akan pakai pendekatan yang disarankan Google, tunggu timing yang tepat, bandingkan periode yang benar, lalu fokus ke halaman dan kueri yang benar-benar berubah.[1]
Catatan tanggal penting: Google merilis December 2025 core update pada 11 Desember 2025, 09:25 PST, atau sekitar 12 Desember 2025, 00:25 WIB, dan rollout bisa memakan waktu sampai 3 minggu.[2]

Pastikan timing analisis benar, karena volatilitas normal saat rollout.
Update-nya sedang berjalan atau sudah selesai?
Sebelum Anda menyimpulkan “site saya kena,” pastikan dulu Anda tidak sedang menilai performa saat cuaca masih badai.
Cek status resmi rollout
Buka Google Search Status Dashboard dan lihat insiden “December 2025 core update”. Di sana Google menulis jelas bahwa rollout bisa memakan waktu hingga 3 minggu.[2]
Kenapa jangan buru-buru analisis sebelum waktunya
Google merekomendasikan menunggu setidaknya 1 minggu penuh setelah core update selesai sebelum menganalisis di Search Console.[1]
Alasannya sederhana, selama rollout:
- SERP bisa naik turun, bahkan pada kueri yang sama.
- Anda bisa salah mendiagnosis (mengira masalah konten padahal hanya volatilitas sementara).
- Tim bisa tergoda “mengubah semuanya” dan merusak halaman yang sebenarnya masih kuat.
Kalau Anda butuh tindakan cepat selama rollout, itu tempatnya artikel “48 Jam”. Artikel ini untuk fase setelahnya.

Perbandingan minggu yang tepat membuat diagnosis lebih akurat.
Bandingkan tanggal yang benar, biar analisis tidak menyesatkan
Ini bagian yang sering bikin salah arah.
Google menyarankan pola pembandingan seperti ini:[1]
- Tunggu update selesai.
- Tunggu minimal 1 minggu setelah selesai.
- Bandingkan minggu itu dengan 1 minggu sebelum update mulai.
Contoh cara berpikir periode (tanpa menebak-nebak)
- Update mulai: 11 Des 2025 (PST) / 12 Des 2025 (WIB).[2]
- Kalau update selesai misalnya akhir Desember (ini tergantung, bisa sampai 3 minggu), Anda tidak langsung membandingkan “hari ini vs kemarin.”
- Anda ambil 1 minggu penuh setelah selesai, lalu bandingkan dengan 1 minggu sebelum 11 Des.
Tujuan utamanya bukan mencari angka yang cantik, tapi mencari perubahan yang konsisten.

Mulai dari Pages dan Queries, lalu pisahkan branded vs non-branded.
3 laporan Search Console yang wajib dibuka dulu
Kalau Anda punya banyak halaman, jangan mulai dari “feeling halaman ini bagus.” Mulai dari data.
1) Performance → Search results → Pages
Langkah praktis:
- Set tanggal sesuai metode perbandingan di atas.
- Buka tab Pages.
- Urutkan berdasarkan Clicks difference atau Impressions difference.
Lalu Anda akan melihat dua kelompok:
- Winners: halaman yang naik
- Losers: halaman yang turun
Tip: bikin spreadsheet sederhana, cukup 20–50 halaman teratas di masing-masing kelompok.
2) Performance → Search results → Queries
Di tab Queries, cari:
- Kueri yang turun tajam (non-brand biasanya paling terasa).
- Kueri yang berubah maksudnya, misalnya dulu informasional, sekarang SERP lebih komersial.
Kunci berpikirnya begini:
Halaman bisa turun bukan karena “jelek,” tapi karena Google menilai halaman lain lebih cocok dengan intent yang sama.
3) Pisahkan branded vs non-branded
Kalau Anda punya brand yang lumayan dikenal, Anda perlu memisahkan trafik branded dan non-branded, karena diagnosisnya beda.
Google menambahkan fitur filter branded queries di Search Console untuk membantu analisis ini.[3]
Kenapa penting:
- Kadang trafik branded stabil, tetapi non-brand jatuh, artinya masalah ada di “discovery” (kompetisi + relevansi) bukan pada nama brand.
- Kadang branded juga turun, itu biasanya sinyal lebih luas, misalnya trust, reputasi, atau masalah teknis yang mempengaruhi banyak halaman.

Fokus pada struktur dan intent, bukan hanya halaman yang turun.
Menemukan “halaman penyebab”, bukan cuma halaman korban
Ini bagian yang paling sering dilewatkan. Banyak orang hanya fokus ke halaman yang turun, padahal penyebabnya bisa dari struktur konten dan cluster.
Pola umum yang sering terjadi setelah core update
Berikut beberapa pola yang sering muncul ketika losers mulai terkumpul:
- Intent mismatch
- Judul bilang “panduan,” tetapi isi lebih banyak opini atau promosi.
- Pembaca butuh langkah, Anda kasih definisi panjang.
- Konten terlalu generik
- Membahas topik besar tapi tidak punya “sudut unik”.
- Cannibalization
- Anda punya 3–5 artikel yang menyerang kueri yang mirip, saling makan sinyal.
- Internal link melemah
- Halaman money tidak lagi didukung artikel pendukung yang relevan.
Cek SERP ulang: siapa yang naik menggantikan Anda, dan kenapa
Ambil 5–10 kueri yang turun, buka SERP, lalu tanyakan pertanyaan yang agak “sakit” tapi penting:
- Apakah pesaing menjawab lebih cepat?
- Apakah mereka punya tabel, checklist, atau contoh nyata?
- Apakah mereka lebih cocok untuk intent sekarang (misalnya SERP lebih transaksional)?
Lakukan ini tanpa drama. Anggap saja Anda sedang membandingkan produk.

Quick wins membantu memperjelas sinyal relevansi dan kepuasan pengguna.
Rencana 7 hari: quick wins yang masuk akal
Target 7 hari bukan “balik normal.” Target 7 hari adalah membuat halaman losers paling penting menjadi lebih memuaskan.
Berikut checklist yang biasanya memberi dampak paling cepat.
Checklist 7 hari (prioritas tinggi)
- Perbaiki 10–20 losers teratas (bukan semua halaman)
- Ubah intro
- Buat pembaca paham dalam 2–3 kalimat, artikel ini menjawab apa, untuk siapa.
- Tambahkan struktur jawaban cepat
- Ringkasan bullet, tabel “pilih opsi A/B”, atau langkah-langkah jelas.
- Perketat heading
- Pastikan H2/H3 benar-benar memetakan pertanyaan user.
- Tambahkan bukti dan referensi
- Kutip sumber otoritatif, atau minimal jelaskan pengalaman/observasi dengan batasannya.
- Rapikan cannibalization ringan
- Jika ada 2 artikel menyerang intent yang sama, tentukan satu “utama,” satu jadi pendukung.
Catatan: core update menilai kualitas secara luas, tetapi quick wins membantu “membuat sinyal lebih jelas.”
Kalau Anda belum lakukan langkah darurat 48 jam, mulai dari sini: Checklist 48 Jam Agar Website Tidak Turun Drastis

Sistem konten yang kuat mengurangi ketergantungan pada satu halaman saja.
Rencana 30 hari: yang biasanya benar-benar mengubah arah
Kalau 7 hari adalah “membereskan rumah,” 30 hari adalah “membangun sistem.”
Saya sarankan Anda memegang prinsip yang Google ulangi berkali-kali untuk Search, termasuk AI experiences, fokus pada konten yang unik, tidak sekadar commodity, dan benar-benar memuaskan kebutuhan user.[4]
Checklist 30 hari (yang scalable)
1) Rebuild cluster (pilar + pendukung)
Buat satu halaman pilar yang paling kuat, lalu 3–6 artikel pendukung yang sangat spesifik.
Contoh pola cluster (silakan adaptasi):
- Pilar: “Google Core Update Desember 2025 untuk Publisher Indonesia”
- Pendukung:
- “Cara analisis winners/losers di GSC”
- “Cara mengatasi cannibalization setelah core update”
- “Template audit internal linking”
- “Strategi konten untuk AI Overview / AI Mode”
2) Tambahkan “unique value” yang tidak mudah disalin
Di era AI Search, konten yang menang biasanya punya sesuatu yang nyata:
- template
- checklist
- data internal (misalnya dari 20 artikel yang Anda audit)
- studi kasus (meski mini)
3) Perkuat sinyal E-E-A-T yang relevan (tanpa lebay)
Anda tidak perlu mengaku pakar kalau memang bukan, tetapi Anda bisa:
- jelaskan pengalaman (misalnya: “Saya audit 50 halaman dan menemukan 3 pola terbesar…”)
- transparansi update (kapan revisi, apa yang diperbaiki)
- referensi sumber resmi
Tabel praktis: mana yang dikerjakan dulu?
| Area | 7 Hari (Quick Wins) | 30 Hari (System Build) |
|---|---|---|
| Halaman | Optimasi 10–20 losers teratas | Rebuild pilar + 3–6 pendukung |
| Konten | Perbaiki intro, struktur, tabel, langkah | Tambah unique value, studi kasus, template |
| SEO Teknis | Pastikan indexing, canonical, internal link dasar | Audit arsitektur, cannibalization, topical map |
| Evaluasi | Stabilkan impressions, lihat perubahan posisi | Ukur recovery bertahap + perbaikan intent |

Ukur progres dengan indikator yang tepat, bukan hanya clicks harian.
Kapan bisa pulih?
Ini bagian yang harus dijawab jujur.
Google sudah lama menyampaikan bahwa pemulihan bisa saja baru terlihat pada broad core update berikutnya, meskipun Anda sudah memperbaiki konten.[5]
Itu bukan kabar buruk, itu justru petunjuk cara mengukur progres.
Indikator Anda ada di jalur yang benar
Selama menunggu dampak penuh, Anda bisa memantau:
- impressions mulai stabil setelah fluktuasi
- posisi rata-rata tidak terus turun
- beberapa kueri mulai “balik” meski clicks belum pulih
- winners makin jelas, Anda tahu tipe konten apa yang disukai pasar dan mesin pencari

Urutan cek yang benar mencegah perbaikan yang salah sasaran.
Mini SOP: Cara debug drop trafik tanpa menuduh algoritma dulu
Kalau grafik turun, jangan langsung menyimpulkan “kena penalty.” Gunakan panduan debugging dari Google sebagai kerangka berpikir.[6]
Urutannya:
- Cek apakah ada update besar (status dashboard)
- Cek apakah drop terjadi di semua halaman atau hanya beberapa folder
- Pastikan tidak ada masalah teknis besar (robots, noindex, migrasi, server)
- Baru masuk ke evaluasi konten dan intent
Dengan urutan ini, tim Anda tidak akan lompat ke solusi yang salah.
Baca juga pembahasan tentang: SEO di Era AI Overview: Strategi Konten Tetap Muncul Walau Jawabannya Diambil AI
Kesimpulan yang lebih berguna daripada “jangan panik”
Kalau saya ringkas jadi satu kalimat, begini:
Core update menguji apakah konten Anda benar-benar memuaskan untuk intent tertentu, dan tugas Anda adalah membuat sinyal itu lebih jelas lewat audit yang benar, perbaikan yang terukur, dan konten yang punya nilai unik.
Sekarang, Anda sudah punya peta 7 hari dan 30 hari, tinggal bagaimana Anda untuk melakukannya saja.
References
- Google Search Central — Google Search’s Core Updates (guidance: wait 1 week after completion, compare the right dates) ↩
- Google Search Status Dashboard — December 2025 core update (start time & rollout up to 3 weeks) ↩
- Google Search Central — Debugging drops in Google Search traffic ↩
- Google Search Central Blog — What site owners should know about Google’s core updates (recovery may take until next broad core update) ↩
- Google Search Central Blog — Introducing the branded queries filter in Search Console ↩
- Google Search Central Blog — Top ways to ensure your content performs well in Google’s AI search experiences ↩