Daftar Isi Artikel
- Apa itu Google December 2025 Core Update
- Core update bukan penalti, tapi penilaian ulang yang bisa terasa seperti dihukum
- Kenapa durasinya bisa sampai tiga minggu, dan kenapa itu mengubah cara kamu memantau
- Timeline resmi Google December 2025 Core Update, plus peta update penting sepanjang 2025
- Sinyal penting dari pola 2025, tidak selalu ada “big bang” yang diumumkan
- Mengapa 48 jam pertama sangat menentukan, dan sinyal apa yang paling sering menipu
- Checklist triase, sebelum kamu menyentuh konten apa pun
- Bedakan core update dari musim, karena Desember punya jebakan musiman yang kuat
- Cara membaca dampak dengan data yang benar, bukan rasa panik
- Segmentasi yang sering dilupakan, Web, Gambar, Video, Berita
- Ambil sampel halaman, jangan cuma terpaku pada rata rata domain
- Pola yang biasanya muncul saat core update, tanpa perlu menebak “algoritmanya berubah apa”
- Metrik volatilitas SERP, cara membacanya dan kapan harus khawatir
- Intent shift, kenapa konten lama bisa turun meski masih “benar”
- Strategi perbaikan yang disarankan Google, dan yang sebaiknya kamu hindari dulu
- Perbaikan cepat yang aman, yang benar benar membantu pembaca
- Kapan harus menghapus konten, dan kapan cukup merapikan
- Playbook 48 jam untuk Google December 2025 Core Update, langkah konkret yang tidak bikin tim salah arah
- 0 sampai 6 jam, stabilkan data, siapkan bukti, dan rapikan komunikasi internal
- 6 sampai 24 jam, diagnosis cepat, buat daftar halaman terdampak, dan cari pola yang bisa diuji
- 24 sampai 48 jam, lakukan perbaikan aman, dan siapkan rencana evaluasi yang disiplin
- Download Playbook dan Checklist 48 Jam
- Google December 2025 Core Update di era AI Search, kenapa “mudah dikutip” jadi aset baru
- Optimasi untuk AI Overview dan Search AI, fokus pada jawaban ringkas yang bisa diverifikasi
- Preferred Sources dan sinyal kepercayaan, audiens ingin kontrol
Paruh pertama Desember 2025 mendadak terasa lebih berisik untuk banyak pemilik website, Google merilis Google December 2025 Core Update pada 11 Desember 2025 pukul 09.25 waktu Pasifik, dan rolloutnya disebut bisa memakan waktu sampai 3 minggu.[1] Di kalender bisnis, itu artinya periode volatilitas bisa melewati puncak liburan dan mendekati awal Januari, saat tim biasanya ingin menutup laporan, bukan menambal kebocoran trafik. Kalau kamu ingin tetap waras, bagian paling penting bukan menebak “apa yang diubah Google”, melainkan apa yang kamu lakukan dalam 48 jam pertama agar keputusan tetap berbasis data, bukan refleks panik.

Core update adalah penilaian ulang luas, bukan penalti, fokusnya relevansi dan kepuasan pencari.
Apa itu Google December 2025 Core Update
Core update itu bukan satu tombol rahasia yang menekan satu jenis website saja. Google menjelaskan core updates sebagai perubahan besar dan luas pada sistem rankingnya, tujuannya agar hasil pencarian secara keseluruhan makin membantu dan bisa diandalkan.[2] Karena sifatnya luas, dampaknya sering terlihat seperti gelombang, sebagian halaman naik, sebagian turun, dan banyak yang “pindah kursi” tanpa ada satu kesalahan teknis yang jelas.
Setiap kali core update diumumkan, situasi jadi sensitif karena dua hal, pertama karena dampaknya bisa lintas industri, kedua karena butuh waktu untuk melihat hasil akhirnya. Google sendiri menekankan bahwa perubahan ini tidak menargetkan situs tertentu atau halaman tertentu secara spesifik.[2] Itu sebabnya, pendekatan terbaik adalah membaca sinyal secara hati hati, lalu memperbaiki hal yang memang masuk akal untuk pembaca.
Core update bukan penalti, tapi penilaian ulang yang bisa terasa seperti dihukum
Penurunan ranking saat core update sering terasa personal, padahal cara kerja yang digambarkan Google lebih mirip kurasi ulang daftar rekomendasi. Ada konten baru yang lebih pas, ada konten lama yang kalah relevan, dan yang turun tidak selalu “buruk”, hanya saja ada kandidat lain yang dinilai lebih memuaskan untuk pencari.[2] Ini penting, karena kalau kamu menganggapnya penalti, responsmu biasanya reaktif, menghapus banyak hal, merombak template, atau mengejar trik.
Di dokumentasinya, Google justru menyarankan menghindari tindakan drastis untuk penurunan kecil, dan baru melakukan penilaian lebih dalam jika penurunannya besar dan bertahan.[2] Jadi, pertama tentukan skala dampak, lalu pilih respons yang setara.
Kenapa durasinya bisa sampai tiga minggu, dan kenapa itu mengubah cara kamu memantau
Google mencatat rollout December 2025 core update “dapat memakan waktu hingga 3 minggu”.[1] Artinya, ranking pada hari pertama sangat mungkin bukan “nilai akhir”, karena sistem sedang bergulir dan menilai ulang secara bertahap. Di periode seperti ini, perubahan harian bisa tampak liar, lalu stabil lagi, lalu bergeser lagi.
Kalau kamu terlalu cepat menyimpulkan, kamu berisiko melakukan perubahan besar di tengah proses penilaian, lalu sulit membedakan mana dampak update, mana dampak intervensi kamu sendiri. Karena itu, disiplin dokumentasi dan snapshot data di awal jauh lebih berharga daripada menambah puluhan revisi tanpa catatan.
Baca artikel menarik lainnya: SEO di Era AI Overview: Strategi Konten Tetap Muncul Walau Jawabannya Diambil AI

Melihat pola update setahun membantu membedakan fluktuasi musiman dan dampak algoritma.
Timeline resmi Google December 2025 Core Update, plus peta update penting sepanjang 2025
Untuk December 2025 core update, rujukan paling aman adalah Search Status Dashboard Google, karena di sana tanggal dan konteksnya dipublikasikan langsung.[1] Dari dashboard juga terlihat bahwa 2025 memuat beberapa update besar lain, termasuk core update di Maret dan Juni, serta spam update di Agustus.[3] Melihat rangkaian ini membantu kamu memahami bahwa December bukan peristiwa tunggal, melainkan bagian dari ritme perubahan ranking yang berulang.
Di bawah ini ringkasan update yang tercatat pada produk “Ranking” di dashboard Google, agar kamu punya konteks saat membandingkan periode performa.[3]
| Jenis update | Tanggal mulai | Durasi yang tercatat | Catatan praktis |
|---|---|---|---|
| March 2025 core update | 13 Mar 2025 | 13 hari 21 jam | Core update, dampak luas[3] |
| June 2025 core update | 30 Jun 2025 | 16 hari 18 jam | Core update, dampak luas[3] |
| August 2025 spam update | 26 Agu 2025 | 26 hari 15 jam | Fokus spam, bukan core update[3] |
| December 2025 core update | 11 Des 2025 | Informasi, rollout sampai 3 minggu | Tercatat sebagai incident affecting ranking[1] |
Sinyal penting dari pola 2025, tidak selalu ada “big bang” yang diumumkan
Menariknya, dokumentasi Google tentang core updates diperbarui pada 10 Desember 2025, tepat sebelum rilis December core update.[2] Di bagian tersebut, Google menegaskan bahwa mereka terus melakukan pembaruan algoritma, termasuk “smaller core updates” yang tidak diumumkan karena tidak terlalu terlihat, namun tetap bisa membuat posisi konten naik jika ada perbaikan.[2]
Implikasinya sederhana, kalau kamu hanya bereaksi pada update yang diumumkan, kamu bisa terlambat. Praktik konten yang rapi, pembuktian yang jelas, dan pengalaman halaman yang tidak bikin pembaca tersandung, semuanya bekerja seperti tabungan, efeknya bisa muncul kapan saja, tidak harus menunggu core update besar berikutnya.

48 jam pertama ideal untuk triase, snapshot SERP, dan disiplin pencatatan, bukan panik ubah situs.
Mengapa 48 jam pertama sangat menentukan, dan sinyal apa yang paling sering menipu
Saat core update baru mulai, otak manusia gampang mencari pola, lalu menganggap pola itu kebenaran. Padahal di fase awal, ada tiga jebakan, data yang belum matang, fluktuasi sementara, dan keputusan tim yang saling tumpang tindih. Google sendiri menyarankan memastikan core update sudah selesai, lalu menunggu minimal satu minggu sebelum analisis Search Console yang serius.[2] Ini bukan kalimat basa basi, ini cara mengurangi salah diagnosis.
Ada juga faktor praktis yang sering dilupakan, keterlambatan data bisa membuat orang merasa “tidak ada yang bisa dipegang”, lalu bertindak spekulatif. Di komunitas SEO, keluhan soal keterlambatan pembaruan data Search Console sempat mengemuka selama periode ini, yang menegaskan bahwa kamu perlu mengandalkan lebih dari satu sumber monitoring.[10]
Checklist triase, sebelum kamu menyentuh konten apa pun
48 jam pertama idealnya dipakai untuk memastikan kamu tidak memadamkan api yang sebenarnya tidak ada. Banyak penurunan yang tampak seperti core update ternyata berakar dari hal sederhana, error server, perubahan robots, atau canonical yang kebalik. Karena itu triase harus dimulai dari yang paling mekanis.
Langkah triase yang aman dan cepat, urutannya seperti ini,
1, Catat waktu mulai update di semua dashboard internal, rujuk jam resmi di Search Status Dashboard.[1]
2, Cek kesehatan teknis dasar, server errors, robots, noindex, canonical, sitemap, dan perubahan deployment terakhir.
3, Ambil snapshot SERP untuk keyword utama, simpan bukti visual untuk perbandingan.
4, Pisahkan data per jenis pencarian, Web, Gambar, Video, Berita, karena Google menyarankan analisis search types secara terpisah.[2]
Bedakan core update dari musim, karena Desember punya jebakan musiman yang kuat
Desember adalah bulan yang sering memelintir data, promosi, liburan, perubahan perilaku pencarian, dan lonjakan kompetisi iklan bisa menggeser CTR meski posisi tidak banyak berubah. Cara sederhana untuk mengecek ini adalah membandingkan pola tahun lalu pada minggu yang sama, lalu lihat apakah penurunannya “baru terjadi sekarang” atau memang rutinitas tahunan.
Kalau pola turun terjadi setiap tahun di minggu yang sama, kemungkinan ada komponen musiman. Kalau turun terjadi tajam tepat setelah 11 Desember 2025 dan bersamaan dengan volatilitas SERP, barulah masuk akal menaruh core update sebagai tersangka utama.[1]
Setelah 48 jam, lanjut ke audit Search Console 7–30 hari.

Pisahkan jenis pencarian dan bandingkan tanggal yang tepat agar diagnosis tidak bias.
Cara membaca dampak dengan data yang benar, bukan rasa panik
Kunci membaca dampak core update adalah disiplin perbandingan tanggal. Google menyarankan menunggu update selesai, lalu menunggu minimal satu minggu, kemudian membandingkan “minggu ini” dengan “minggu sebelum core update mulai”.[2] Ini terdengar sederhana, tapi sering dilanggar karena orang ingin jawaban hari itu juga.
Agar analisis tidak bias, kamu butuh tiga jenis data, data performa agregat, data per halaman dan query, lalu konteks SERP, karena ranking bukan angka abstrak, ia kompetisi di halaman hasil pencarian yang bentuknya bisa berubah.
Segmentasi yang sering dilupakan, Web, Gambar, Video, Berita
Google secara eksplisit menyebut bahwa penurunan bisa berbeda antar search type, jadi analisis sebaiknya dipisah antara Web Search, Images, Video, atau News tab.[2] Ini penting untuk situs yang kuat di satu format, misalnya publisher yang banyak menang di News, atau ecommerce yang menang di Images.
Kalau kamu melihat penurunan hanya di satu jenis pencarian, tindakan yang tepat biasanya lebih sempit dan lebih teknis. Misalnya, penurunan di Images sering terkait kualitas gambar, alt text, atau konteks halaman, sementara penurunan di News bisa lebih dipengaruhi oleh sinyal relevansi dan kebaruan.
Ambil sampel halaman, jangan cuma terpaku pada rata rata domain
Analisis rata rata domain sering menipu, karena bisa menutupi dua cerita yang saling bertolak belakang, beberapa cluster topik naik, beberapa cluster topik jatuh. Praktik yang lebih tajam adalah membuat daftar 20 halaman paling turun dan 20 halaman paling naik, lalu cari pola yang bisa diuji.
Mulailah dari pertanyaan sederhana, apakah halaman yang turun punya intent yang sudah tidak cocok, apakah jawabannya bertele tele, apakah bukti dan sumbernya lemah, atau apakah pengalaman halaman membuat orang cepat kembali ke SERP. Core update pada dasarnya menilai kepuasan pencari, jadi pola yang kamu cari selalu kembali ke pengalaman pembaca.[2]

Gunakan volatilitas sebagai konteks, lalu cari pola intent dan kompetitor yang bisa diuji.
Pola yang biasanya muncul saat core update, tanpa perlu menebak “algoritmanya berubah apa”
Tidak ada rilis teknis detail dari Google tentang “faktor apa yang dinaikkan” pada December 2025 core update, dan itu wajar untuk core update.[1] Namun bukan berarti kamu buta sama sekali, kamu tetap bisa mengamati pola dari tiga sisi yang lebih aman, perubahan intent di SERP, perubahan kompetitor yang muncul, dan volatilitas yang terukur dari tools pihak ketiga.
Di titik ini, tujuanmu bukan menebak rahasia Google. Tujuanmu adalah memutuskan apakah perubahan yang kamu lihat bersifat lokal pada beberapa halaman, atau struktural pada seluruh pendekatan konten.
Metrik volatilitas SERP, cara membacanya dan kapan harus khawatir
Tools volatilitas membantu kamu menilai apakah “perubahan yang kamu rasakan” juga terjadi luas di SERP. Semrush Sensor, misalnya, mengukur volatilitas pada skala 0 sampai 10, makin tinggi nilainya makin besar perubahan posisi yang terjadi di banyak situs.[6] MozCast memakai analogi suhu, hari normal sekitar 70 derajat Fahrenheit, makin panas berarti makin besar perubahan ranking dari hari ke hari.[7]
Namun dua tools ini sebaiknya dipakai sebagai konteks, bukan vonis. Kalau volatilitas tinggi dan situsmu turun, ada peluang besar kamu terkena gelombang update. Kalau volatilitas rendah tapi situsmu turun tajam, jangan buru buru menyalahkan core update, cek teknis, indexing, atau perubahan internal.
Intent shift, kenapa konten lama bisa turun meski masih “benar”
Core update sering membuat konten yang secara fakta benar tetap turun, karena yang dinilai bukan hanya “benar”, tetapi “paling memuaskan untuk intent tertentu”. Google sendiri menggambarkan core update sebagai penataan ulang rekomendasi, karena web berubah, kandidat baru muncul, preferensi pencari juga berubah.[2]
Di SERP, intent shift terlihat dari perubahan jenis halaman yang menang. Kalau sebelumnya artikel long form menang, lalu tiba tiba yang menang adalah halaman kategori, tools, atau video, berarti Google menilai format itu lebih memuaskan. Responsmu bukan menambah keyword, tetapi menyesuaikan struktur jawaban, format, dan kedalaman sesuai intent baru.

Hindari quick fix, fokus pada perbaikan yang membantu pembaca dan memperjelas bukti.
Strategi perbaikan yang disarankan Google, dan yang sebaiknya kamu hindari dulu
Google cukup tegas soal satu hal, hindari “quick fix” yang tidak masuk akal untuk pengguna, misalnya menghapus elemen halaman hanya karena rumor SEO.[2] Sebaliknya, fokus pada perbaikan yang berkelanjutan dan relevan untuk pembaca, misalnya merapikan struktur tulisan, memperjelas bagian penting, atau meningkatkan navigasi.[2] Ini terasa lambat, tapi justru cara paling aman agar perbaikan tidak berbalik jadi bumerang.
Google juga mengingatkan bahwa dampak perbaikan bisa butuh waktu, bahkan beberapa bulan, karena sistem perlu “belajar” bahwa situs secara keseluruhan kini lebih membantu dan people first.[2] Ini penting supaya ekspektasi tim tidak salah, dan kamu tidak mengganti strategi tiap tiga hari.
Perbaikan cepat yang aman, yang benar benar membantu pembaca
Perbaikan cepat bukan berarti trik, ia berarti mempercepat hal yang sebenarnya memang perlu. Dalam 48 jam pertama, kamu bisa mengerjakan hal yang risikonya rendah namun dampaknya sering nyata.
Daftar perbaikan aman yang biasanya worth it,
1, Perjelas jawaban inti di atas, ringkas, langsung, tidak berputar, sehingga pembaca cepat dapat poinnya.
2, Tambahkan bukti, data, dan sumber otoritatif, agar klaim tidak terasa mengambang, terutama pada topik YMYL.
3, Perbaiki struktur heading agar intent terbaca, dan pembaca mudah lompat ke bagian penting.
4, Perkuat identitas penulis dan kredensial bila relevan, terutama untuk topik yang butuh kepercayaan.
5, Rapikan internal linking yang membantu pembaca melanjutkan perjalanan, bukan sekadar menumpuk tautan.
Kapan harus menghapus konten, dan kapan cukup merapikan
Google menyebut menghapus konten sebagai pilihan terakhir, dan biasanya baru layak jika konten memang tidak bisa diselamatkan.[2] Bahkan Google memberi sinyal, kalau kamu ingin menghapus banyak bagian situs, itu pertanda kuat bagian tersebut dibuat untuk mesin pencari dulu, bukan untuk orang.[2] Di situ, penghapusan konten yang benar benar tidak membantu bisa membuat konten bagus lebih terlihat, tetapi tetap harus dilakukan dengan audit, bukan emosi.
Praktiknya, kalau konten masih relevan tapi kalah struktur atau bukti, rapikan. Kalau konten tidak punya nilai unik, tidak menjawab intent, dan hanya ada karena mengejar volume, baru pertimbangkan untuk digabung, diarahkan ulang, atau dihapus bertahap dengan pemantauan.

Template membuat tindakan tim tercatat rapi, sehingga evaluasi pasca rollout lebih mudah.
Playbook 48 jam untuk Google December 2025 Core Update, langkah konkret yang tidak bikin tim salah arah
48 jam pertama bukan tentang memenangkan SERP besok pagi. Ini tentang mengunci proses supaya semua tindakan bisa dievaluasi, dan kamu tidak menambah noise di tengah rollout yang masih berjalan. Karena Google menyarankan menunggu update selesai dan menunggu satu minggu sebelum analisis final, maka playbook 48 jam harus fokus pada triase, dokumentasi, dan perbaikan yang aman.[2]
Untuk memudahkan, saya sudah siapkan file template Excel yang bisa langsung diunggah ke Google Sheets, berisi sheet Checklist 48 Jam, Monitoring, Audit Konten, dan Log Perubahan. Template ini didesain supaya kolom input mudah terlihat dan keputusan tim tercatat rapi.
0 sampai 6 jam, stabilkan data, siapkan bukti, dan rapikan komunikasi internal
Pada jam jam awal, tujuan utamanya adalah memastikan semua orang memegang timeline yang sama, dan kamu punya bukti kondisi SERP sebelum banyak berubah. Ini juga saat terbaik untuk membedakan gangguan teknis dari perubahan algoritma.
Langkah yang bisa kamu jalankan,
1, Catat waktu mulai update, rujuk Search Status Dashboard, 11 Des 2025 09.25 PST.[1]
2, Tambahkan anotasi di dashboard GA dan tools rank tracking.
3, Cek log server dan error, pastikan tidak ada lonjakan 5xx, perubahan robots, atau noindex.
4, Snapshot SERP untuk keyword prioritas, simpan tangkapan layar, catat siapa yang muncul di top 5.
6 sampai 24 jam, diagnosis cepat, buat daftar halaman terdampak, dan cari pola yang bisa diuji
Di rentang ini, ranking masih bisa berubah ubah, tapi kamu sudah bisa memetakan area mana yang paling terasa. Fokus pada hal yang bisa dibandingkan, bukan narasi yang enak didengar.
Langkah yang biasanya efektif,
1, Tarik data Search Console untuk halaman dan query, cari top penurun dan top kenaikan.
2, Pisahkan per search type seperti yang disarankan Google, jangan gabung semuanya.[2]
3, Kelompokkan halaman turun berdasarkan topik, intent, dan tipe halaman, artikel, kategori, produk.
4, Audit 10 halaman turun terbesar, cek intent, struktur jawaban, bukti, dan pengalaman membaca.
24 sampai 48 jam, lakukan perbaikan aman, dan siapkan rencana evaluasi yang disiplin
Di fase ini, kamu sudah punya hipotesis awal dan daftar prioritas. Yang perlu dijaga adalah scope, jangan merombak seluruh situs. Perbaikan aman adalah yang meningkatkan kualitas untuk pembaca, bukan yang dibuat untuk menenangkan kecemasan.
Langkah yang bisa kamu lakukan,
1, Perjelas bagian jawaban inti, tambahkan ringkasan singkat, dan rapikan heading.
2, Tambahkan referensi otoritatif pada klaim yang sensitif, terutama jika topiknya butuh trust.
3, Catat setiap perubahan di log, supaya kamu bisa mengevaluasi dengan jujur.
4, Siapkan evaluasi pasca rollout, tunggu update selesai, lalu tunggu minimal satu minggu sebelum analisis final, seperti arahan Google.[2]
Download Playbook dan Checklist 48 Jam
Template ini membantu kamu menjalankan triase 48 jam pertama saat Google December 2025 Core Update, mulai dari snapshot SERP, monitoring GSC, audit konten prioritas, sampai log perubahan tim. File format Excel, bisa langsung diunggah ke Google Sheets. Gunakan ini supaya keputusan kamu tetap berbasis data, bukan panik.
Bullet isi file:
-
Checklist 48 Jam, urutan tindakan jam 0 sampai 48
-
Monitoring, ruang catat metrik harian dan anomali
-
Audit Konten, penilaian cepat halaman terdampak
-
Log Perubahan, catatan semua edit dan tanggalnya

Konten yang ringkas, jelas, dan mudah diverifikasi lebih siap untuk ekosistem search berbasis AI.
Google December 2025 Core Update di era AI Search, kenapa “mudah dikutip” jadi aset baru
Di 2025, konteks Search makin dekat dengan AI, baik lewat ringkasan maupun cara pengguna menemukan sumber. Google secara terbuka menyatakan AI powered search dan format baru tetap dimaksudkan untuk mengarahkan pengguna ke web, dan mereka menekankan masih ada banyak outbound clicks.[8] Di waktu yang hampir sama, Google juga menyebut akan menambah lebih banyak link sumber di AI Mode agar atribusi lebih jelas.[9]
Untuk pemilik website, ini mengubah prioritas, konten bukan hanya harus ranking, tapi juga harus mudah dipercaya dan mudah dirujuk. Bukan berarti menulis kaku seperti paper, tetapi memastikan klaim punya dasar, struktur mudah dipindai, dan informasi inti tidak tenggelam.
Optimasi untuk AI Overview dan Search AI, fokus pada jawaban ringkas yang bisa diverifikasi
Jika AI merangkum, ia cenderung mencari jawaban yang jelas, definisi yang tegas, langkah yang runtut, dan sumber yang kuat. Struktur seperti daftar langkah, tabel ringkas, dan ringkasan di awal sering lebih mudah diambil. Namun yang paling penting adalah verifikasi, klaim data perlu sumber.
Cara yang realistis,
1, Pastikan paragraf awal dan setiap section punya inti jawaban yang jelas.
2, Sediakan angka, tanggal, dan konteks, lalu sertakan sumber otoritatif.
3, Hindari klaim “katanya” yang tidak bisa dilacak, karena itu melemahkan trust.
Preferred Sources dan sinyal kepercayaan, audiens ingin kontrol
Google juga mendorong mekanisme yang memberi pengguna kontrol atas sumber, misalnya perluasan fitur Preferred Sources untuk berita, yang dapat meningkatkan visibilitas sumber pilihan pengguna di area tertentu.[10] Walau ini tidak langsung bagian dari core update, arah besarnya sama, Google ingin hasil yang dirasa memuaskan, relevan, dan dipercaya oleh pencari.
Jadi, saat kamu memperbaiki konten pasca core update, pikirkan juga identitas, konsistensi, dan keterbacaan. Pada akhirnya, trust itu sinyal yang dibangun pelan, dan core update hanya momen ketika trust diuji.
Perubahan ranking di December 2025 core update bisa terasa seperti badai, tapi badai paling merusak biasanya datang dari keputusan yang panik, bukan dari update itu sendiri. Pegang jam rilis resminya, kunci proses 48 jam pertama, catat semua tindakan, lalu lakukan evaluasi disiplin setelah rollout selesai dan jeda satu minggu seperti saran Google.[1][2] Kalau kamu punya pengalaman unik, trafik turun tapi cluster tertentu naik, atau ada pola SERP yang mengejutkan, tulis di komentar ya, biar kita bisa saling belajar dan saling cek logika.
References
- Google Search Status Dashboard — December 2025 core update (waktu mulai, status, dan estimasi durasi rollout) ↩
- Google Search Central Documentation — Google Search's core updates and your website (cara evaluasi, jeda satu minggu, hindari quick fix, smaller core updates) ↩
- Google Search Status Dashboard — Ranking incidents history (March 2025 core update, June 2025 core update, August 2025 spam update) ↩
- Search Engine Land — Google December 2025 core update rolling out now (ringkasan industri dan konteks update 2025) ↩
- Search Engine Journal — Google Releases December 2025 Core Update (konfirmasi rilis, tanggal, dan estimasi durasi) ↩
- Semrush — Sensor (skala volatilitas 0 sampai 10 dan interpretasi umum) ↩
- Moz — MozCast (penjelasan suhu volatilitas dan baseline sekitar 70 derajat Fahrenheit) ↩
- Reuters — Google executive sees AI search as expansion for web (konteks AI search dan outbound clicks) ↩
- The Verge — Google says it will link to more sources in AI Mode (penambahan link sumber dan transparansi) ↩
- Android Central — Preferred Sources expansion dan visibilitas sumber pilihan pengguna ↩
- margabagus.com — CTA unduhan template dan publikasi artikel ↩