AI Overviews Makin Sering Muncul di Google, Bagaimana Konten Tetap Mendapat Klik di 2026?

Ringkasan cepat

  • AI Overviews Google kini muncul pada belasan hingga lebih dari separuh pencarian, bergantung dataset, dan mendorong lonjakan zero click search.[fn n="1"][fn n="4"]
  • Berbagai studi menunjukkan penurunan CTR organik antara sekitar 34 sampai 60 persen ketika AI Overviews tampil, sementara Google mengklaim kualitas klik justru lebih tinggi.[fn n="2"][fn n="3"][fn n="5"][fn n="7"]
  • AI Overviews banyak muncul pada kueri informasional berbentuk pertanyaan panjang, sehingga konten perlu dioptimasi untuk menjawab intent dengan struktur jawaban yang jelas dan ringkas.[fn n="1"][fn n="3"]
  • Publisher besar melaporkan kehilangan trafik yang signifikan dan bahkan memulai gugatan hukum, sementara penelitian independen menegaskan naiknya proporsi pencarian tanpa klik.[fn n="5"][fn n="6"][fn n="8"]
  • Strategi 2026 bergeser ke answer optimization, penguatan brand, topikal authority, structured data, dan metrik baru seperti share of voice di AI Overviews, bukan hanya jumlah klik.
  • Untuk bertahan, pemilik situs perlu memperlakukan AI Overviews sebagai etalase, lalu mengarahkan pengguna yang sudah tertarik menuju konten yang lebih dalam dan relevan.

AI Overviews Google menggeser posisi mesin pencari dari sekadar daftar tautan menjadi mesin jawaban yang menyajikan ringkasan instan di bagian teratas layar. Sepanjang 2025, berbagai studi melaporkan bahwa fitur ini sudah muncul di kisaran belasan persen pencarian secara umum dan bisa mendominasi lebih dari separuh kueri informasional tertentu.[1][2] Di saat yang sama, penelitian perilaku pengguna menunjukkan satu pola yang sulit diabaikan, ketika ringkasan AI muncul, orang jauh lebih jarang mengklik tautan ke website lain.[3][4]

Bagi pemilik website, marketer, dan pelaku bisnis yang mengandalkan trafik organik, ini bukan sekadar perubahan tampilan antarmuka. Ini mengubah aliran perhatian, data, dan pendapatan. Pertanyaannya bergeser dari apakah AI Overviews akan memengaruhi trafik menuju seberapa besar dampaknya serta apa yang masih bisa dilakukan agar konten tetap layak diklik di 2026.

Artikel ini mengajak Anda membedah data, memahami risiko, dan yang paling penting, menyusun ulang strategi SEO agar tetap relevan di tengah naiknya dominasi Search AI.

Pengguna melihat tampilan AI Overviews di hasil pencarian Google di layar laptop

AI Overviews muncul di bagian teratas hasil pencarian sebagai ringkasan jawaban singkat.

AI Overviews Google 2026, Dari Eksperimen ke Fitur Arus Utama

Ketika pertama kali diperkenalkan dalam bentuk Search Generative Experience pada 2023, AI Overviews masih diposisikan sebagai eksperimen terbatas di Google Labs. Fokusnya adalah menguji cara baru menjawab pertanyaan kompleks dengan merangkum beberapa sumber sekaligus. Sepanjang 2024 dan 2025, eksperimen itu berubah menjadi fitur arus utama, dengan peluncuran bertahap di banyak negara dan bahasa.[1][5]

Berbeda dengan featured snippet klasik yang biasanya mengutip satu paragraf dari satu situs, AI Overviews menyusun jawaban baru berdasarkan ringkasan dari banyak sumber, lalu menampilkan beberapa tautan pendukung tepat di bawah ringkasan tersebut. Pengguna mendapatkan konteks cepat, sedangkan website berada satu lapis lebih jauh dari perhatian awal.

Google juga memperkenalkan AI Mode, sebuah tampilan khusus yang memusatkan pengalaman pencarian di sekitar jawaban AI, lengkap dengan kemampuan pertanyaan lanjutan dan tampilan hasil dalam bentuk percakapan yang lebih panjang.[8] Untuk pengguna yang gemar eksplorasi mendalam, ini terasa nyaman. Namun bagi pemilik situs, semakin banyak langkah yang terjadi di dalam lapisan AI sebelum pengguna memutuskan mengeklik sebuah tautan.

Intinya, di 2026 kita tidak lagi bicara fitur tambahan. AI Overviews sudah menjadi bagian tetap dari cara Google mempresentasikan jawaban, terutama untuk kueri informasional dan pertanyaan panjang.

Ilustrasi grafik yang menunjukkan penurunan CTR ketika AI Overviews muncul di Google

Berbagai studi menunjukkan CTR turun ketika AI Overviews tampil di halaman hasil pencarian.

Seberapa Sering AI Overviews Muncul dan Apa Dampaknya pada Klik?

Memahami skala AI Overviews butuh lebih dari satu angka, karena tiap studi memakai basis data dan metode berbeda. Namun jika beberapa laporan besar ditumpuk, pola umumnya cukup jelas, porsi kemunculan AI Overviews terus naik, dan rasio klik ke website cenderung turun.

Studi Semrush terhadap lebih dari sepuluh juta keyword menemukan bahwa pada November 2025, AI Overviews muncul pada sekitar lima belas koma enam sembilan persen pencarian secara keseluruhan.[1][2] Ketika dipisah menurut intent, dominasi terlihat di kueri informasional, sekitar lima puluh tujuh persen kueri informasional dalam dataset tersebut menampilkan AI Overviews, sedangkan kueri komersial dan transaksional berada jauh lebih rendah di kisaran belasan persen.[2]

Semrush juga mencatat bahwa sepanjang 2025, proporsi hasil pencarian yang memunculkan AI answer, baik berupa AI Overviews maupun format lain, sempat menyentuh kisaran dua puluh empat persen sebelum sedikit diturunkan kembali oleh Google.[1][5] Ini menunjukkan Google masih mencari titik seimbang antara kenyamanan pengguna, tekanan publisher, dan kualitas hasil.

Di sisi perilaku pengguna, riset Pew Research Center pada Maret 2025 menjadi salah satu rujukan penting. Dalam studi terhadap lebih dari enam puluh delapan ribu pencarian, pengguna yang melihat ringkasan AI hanya mengklik tautan ke website tradisional sekitar delapan persen kunjungan, sedangkan pengguna yang tidak melihat ringkasan AI mengklik sekitar lima belas persen dari kunjungan mereka.[3] Perbedaan ini menandakan penurunan relatif hampir setengahnya.

Analisis lanjutan yang merangkum hasil riset tersebut menemukan fakta yang lebih tajam, tautan yang disematkan sebagai sumber langsung di dalam ringkasan AI hanya mendapat klik sekitar satu persen kunjungan.[4] Artinya, meski nama situs muncul sebagai sumber, sebagian besar pengguna berhenti di ringkasan tanpa menelusuri sumber aslinya.

Beberapa studi industri juga melaporkan penurunan CTR hingga puluhan persen, bahkan mendekati delapan puluh persen pada kasus ekstrem di sektor berita ketika AI summaries hadir.[6][11] Publisher yang sangat bergantung pada klik dari Google merasakan pukulan langsung terhadap trafik dan pendapatan iklan.

Ringkasan angka kunci AI Overviews 2025–2026

Metrik Angka perkiraan Sumber utama
Porsi pencarian global yang memicu AI Overviews (Nov 2025) Sekitar 15,69 persen dari seluruh kueri Semrush AI Overviews study[1][2]
Porsi kueri informasional yang menampilkan AI Overviews Sekitar 57 persen dalam dataset Semrush Semrush AI Overviews study[2]
Porsi kunjungan dengan klik ke hasil klasik ketika ada AI summary Sekitar 8 persen kunjungan Pew Research Center[3]
Porsi kunjungan dengan klik ke hasil klasik ketika tidak ada AI summary Sekitar 15 persen kunjungan Pew Research Center[3]
Perkiraan klik ke tautan sumber di dalam ringkasan AI Sekitar 1 persen kunjungan Analisis turunan studi Pew[4]
Penurunan CTR hingga mendekati 80 persen pada kasus ekstrem publisher berita Laporan studi dampak AI summaries terhadap media The Guardian dan analisis industri[6][11]

Angka di atas bukan hukum mutlak, tetapi memberi gambaran penting. AI Overviews mengambil porsi impresi yang signifikan, terutama di kueri informasional, dan di banyak kasus membuat pengguna merasa sudah cukup terjawab sehingga tidak perlu mengeklik lebih jauh.

Penulis dan spesialis SEO menyusun konten terstruktur agar bisa dikutip di AI Overviews

Konten dengan struktur jelas dan jawaban langsung lebih berpeluang muncul di AI Overviews.

Konten dan Industri yang Paling Sering Masuk AI Overviews

Tidak semua topik diperlakukan sama oleh AI Overviews. Semrush dan beberapa analisis lain menunjukkan bahwa pada fase awal peluncuran, fitur ini paling sering muncul di kueri informasional yang relatif rendah risiko, seperti penjelasan konsep umum, cara melakukan sesuatu, atau ringkasan topik teknologi dan bisnis.[1][2][6]

Seiring waktu, Google mulai memperluas cakupan ke kueri komersial dan navigasional, meski proporsinya tetap lebih rendah dibanding kueri informasional. Untuk jenis kueri ini, AI Overviews cenderung menampilkan daftar opsi atau langkah singkat dengan beberapa tautan menuju brand atau produk tertentu.[2][5]

Di sisi industri, laporan yang dirangkum media seperti Search Engine Journal dan Human Made menyebut bahwa sektor B2B teknologi, software, kesehatan, asuransi, dan edukasi online termasuk yang paling terdampak. Konten mereka sering memuat pertanyaan yang mengundang jawaban ringkas, sehingga sangat cocok diambil oleh sistem AI sebagai bahan ringkasan.[6][7]

Menariknya, sumber yang dipilih AI tidak selalu situs yang berada di posisi organik satu sampai tiga. Analisis beberapa studi menunjukkan bahwa AI Overviews kerap mengutip kombinasi artikel otoritatif, dokumentasi resmi, blog niche, dan diskusi komunitas seperti forum atau Q dan A, selama secara konteks dianggap relevan dan membantu menjawab pertanyaan.[1][6]

Bagi brand dan publisher, ini berarti permainan tidak hanya soal posisi ranking, tetapi juga soal seberapa jelas konten menjawab intent, seberapa kuat otoritas topikal, dan seberapa baik struktur informasi yang disajikan.

Ilustrasi pengguna khawatir membaca ringkasan AI yang berisi informasi kesehatan berisiko

Kasus informasi kesehatan yang keliru memicu kritik terhadap akurasi AI Overviews.

Risiko dan Kontroversi AI Overviews, Dari Kesehatan sampai Bisnis Media

Setiap perubahan besar di hasil pencarian selalu memunculkan perdebatan, tetapi AI Overviews membawa dua lapis kekhawatiran sekaligus, akurasi jawaban dan dampaknya terhadap keberlanjutan ekosistem web.

Di bidang kesehatan, investigasi terbaru dari The Guardian pada awal 2026 menemukan sejumlah contoh ringkasan AI yang memberikan saran menyesatkan bahkan berpotensi berbahaya, misalnya rekomendasi diet yang dapat mengganggu kelayakan pasien kanker pankreas untuk menjalani perawatan tertentu, atau penjelasan keliru mengenai fungsi tes laboratorium hati dan prosedur skrining kanker ginekologi.[10] Organisasi pasien dan lembaga kesehatan di Inggris menyebut hal ini sebagai risiko nyata, karena banyak orang mencari informasi medis pertama kali lewat Google.

Google menanggapi dengan menyatakan bahwa AI Overviews biasanya mengambil informasi dari sumber tepercaya dan bahwa fitur ini umumnya setara tingkat akurasinya dengan fitur pencarian lain, sambil menekankan bahwa mereka terus memperbaiki sistem dan mendorong pengguna untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.[10][9] Namun bagi banyak praktisi kesehatan dan pemilik situs medis, risiko ringkasan yang menghilangkan konteks tetap menjadi kekhawatiran utama.

Di sektor media dan publisher berita, kekhawatirannya berbeda tetapi sama serius. Laporan yang dikutip Guardian dan berbagai asosiasi publisher menunjukkan penurunan klik yang mereka sebut sebagai katastrofik, dengan contoh penurunan sampai sekitar delapan puluh persen untuk beberapa jenis kueri ketika AI summaries hadir di bagian atas hasil pencarian.[11] Kelompok advokasi di Inggris bahkan mengajukan keluhan ke otoritas persaingan usaha, menuduh Google mengambil manfaat ekonomi dari karya jurnalis tanpa cukup mengembalikan trafik.

Newsletter WhatsApp & Telegram

Dapatkan update artikel via WhatsApp & Telegram

Pilih kanal favorit Anda: WhatsApp untuk notifikasi singkat langsung ke ponsel, Telegram untuk arsip lengkap & DM Bot pilih topik.

Gratis, bisa berhenti kapan saja.

Dari sisi Google, narasinya jauh lebih optimistis. Perusahaan menegaskan bahwa secara agregat mereka tetap mengirim miliaran klik ke web per hari dan bahwa pengalaman AI justru membantu pengguna menemukan konten berkualitas dengan lebih cepat.[5][8] Perbedaan cara menghitung dan membaca data inilah yang membuat perdebatan terasa seperti dua dunia yang melihat lanskap yang sama dari jendela berbeda.

Tim digital marketing menyusun strategi konten agar tetap mendapat klik di era AI Overviews

Answer optimization dan penguatan brand menjadi kunci agar konten tetap layak diklik.

Strategi Agar Konten Masih Mendapat Klik di Era AI Overviews

Dengan porsi impresi yang besar berada di tangan AI Overviews, fokus utama bukan lagi sekadar muncul di halaman pertama, tetapi menjadi salah satu sumber yang dikutip sistem AI dan tetap menarik untuk dikunjungi setelah pengguna membaca ringkasan. Pendekatan ini sering disebut sebagai answer optimization, bukan hanya search engine optimization.

Kalau Anda ingin memahami lebih dalam perbedaan peran SEO, AEO, dan GEO sebelum menyusun strategi AI Overviews, Anda bisa membaca artikel SEO vs AEO vs GEO, Perbedaan, Peran, dan Kapan Dipakai yang menjelaskan kapan setiap pendekatan sebaiknya digunakan dan bagaimana saling melengkapi.

Mulai dari intent dan jawaban singkat di bagian atas

Riset Semrush dan Pew menunjukkan bahwa AI Overviews paling sering muncul untuk kueri informasional panjang yang ditulis dalam bentuk kalimat lengkap, terutama yang mengandung kata tanya seperti apa, bagaimana, dan mengapa.[1][2][3] Untuk jenis kueri ini, sistem mencari bagian konten yang memberikan jawaban langsung dan jelas.

Itu berarti setiap artikel penting sebaiknya:

  • Menyertakan satu atau dua paragraf pembuka yang langsung menjawab pertanyaan utama dengan bahasa sederhana, bukan hanya pengantar umum yang berputar terlalu lama.
  • Menggunakan heading berbentuk pertanyaan yang mirip dengan cara orang mengetik di kolom pencarian, sehingga lebih mudah dipetakan ke intent pengguna.
  • Menyusun informasi kunci dalam bentuk poin atau daftar yang rapi, agar sistem AI dan pembaca manusia sama sama mudah memindai isi.

Dengan struktur seperti ini, Anda meningkatkan peluang dua hal sekaligus, menjadi bahan kutipan AI Overviews dan memberi alasan bagi pengguna untuk mengklik karena melihat bahwa artikel menawarkan penjelasan lebih lengkap di luar ringkasan singkat.

Bangun otoritas topikal dan brand yang kuat

Google menegaskan bahwa cara terbaik untuk sukses di pengalaman AI Search tetap sejalan dengan pedoman lama, fokus pada konten orisinal yang memberikan nilai unik bagi pengguna.[8][9] Namun dalam konteks AI Overviews, sinyal otoritas dan brand menjadi semakin penting.

Beberapa laporan menyebut bahwa kueri bermerek cenderung lebih tahan terhadap penurunan CTR dan kadang justru meningkat ketika brand disebut secara eksplisit di dalam ringkasan AI.[6][7] Ketika pengguna sudah mengenali dan mempercayai nama Anda, peluang klik tetap terbuka meskipun ringkasan telah memberikan jawaban dasar.

Secara praktis, ini berarti:

  • Memperkuat topik tertentu dengan serangkaian artikel yang saling terhubung, bukan menulis banyak artikel tipis di topik yang terpencar.
  • Menampilkan profil penulis, kredensial, dan pengalaman secara jelas, terutama untuk topik sensitif seperti kesehatan dan keuangan.
  • Menyebut nama brand secara natural di bagian penting artikel tanpa mengubahnya menjadi materi promosi berlebihan.

Otoritas topikal membantu Anda dipandang sebagai sumber tepercaya, sedangkan brand membantu mengonversi visibilitas menjadi klik.

Optimalkan struktur, schema, dan pengalaman halaman

Dokumentasi terbaru Google Search Central menjelaskan bahwa prinsip sukses di pengalaman AI Search, termasuk AI Overviews dan AI Mode, tetap bertumpu pada konten yang mudah diakses crawler, terstruktur dengan baik, dan memberikan pengalaman halaman yang nyaman.[8][9]

Beberapa langkah teknis yang relevan di 2026 antara lain:

  • Menggunakan schema markup yang tepat, seperti TechArticle, FAQ, dan HowTo, sesuai dengan tipe konten yang Anda tulis.
  • Menyertakan bagian ringkasan singkat, daftar langkah, atau FAQ di dalam artikel, sehingga sistem AI memiliki titik referensi yang jelas saat menyusun jawaban.
  • Menjaga kecepatan dan stabilitas halaman, karena pengalaman buruk seperti pemuatan lambat atau layout yang bergeser tetap menjadi sinyal negatif bagi pengguna maupun mesin pencari.

Schema tidak menjamin Anda dikutip, tetapi membantu menjelaskan struktur konten ke sistem AI. Dalam banyak studi kasus, artikel dengan struktur jernih, heading jelas, dan bagian tanya jawab di akhir memiliki peluang lebih besar diambil sebagai bahan ringkasan.

Baca ulang data Search Console dan ubah metrik sukses

Satu tantangan besar di era AI Overviews adalah keterbatasan visibilitas. Google belum menyediakan laporan terpisah untuk klik yang datang setelah pengguna melihat ringkasan AI dibanding klik dari hasil biasa. Namun beberapa pendekatan analitis masih bisa dilakukan.

Pertama, pisahkan kueri bermerek dan non bermerek. Laporan dari Pew, Human Made, dan beberapa konsultan SEO menunjukkan bahwa penurunan CTR paling tajam biasanya terjadi pada kueri informasional generik yang cenderung memicu ringkasan AI, sementara kueri bermerek cenderung lebih stabil.[3][7] Jika grafik Anda menunjukkan pola serupa, berarti strategi branding dan komunitas menjadi semakin penting.

Kedua, lakukan segmentasi berdasar jenis kueri, misalnya pertanyaan panjang, kueri dengan kata tanya, atau kategori topik tertentu. Bandingkan tren impresi dan klik sebelum dan sesudah ekspansi AI Overviews, sehingga Anda dapat mengidentifikasi area yang masih punya peluang pertumbuhan dan area yang membutuhkan pendekatan baru.

Ketiga, perluas definisi keberhasilan. Selain klik organik, perhatikan juga metrik seperti pertumbuhan pencarian bermerek, pendaftaran newsletter, atau partisipasi komunitas. Dalam lanskap di mana sebagian jawaban diselesaikan di halaman hasil, membangun hubungan langsung dengan audiens menjadi investasi jangka panjang yang lebih aman.[6][8]

Jika Anda ingin versi yang lebih taktis dalam bentuk checklist harian, mulai dari riset keyword sampai struktur halaman, silakan baca juga artikel SEO di Era AI Overview: Strategi Konten Tetap Muncul Walau Jawabannya Diambil AI yang membahas langkah praktis agar konten tetap ikut muncul di blok AI Overviews dan tidak tenggelam di bawahnya.

Ilustrasi masa depan SEO yang memadukan pencarian klasik dan Search AI

Strategi SEO 2026 perlu memadukan optimasi untuk pencarian klasik dan pengalaman Search AI.

Membaca Masa Depan SEO di Tengah Search AI

AI Overviews dan AI Mode menandai pergeseran besar dari mesin pencari yang sekadar mengarahkan ke mesin pencari yang ikut menyusun jawaban. Di satu sisi, ini memberi kenyamanan luar biasa bagi pengguna yang hanya ingin jawaban cepat. Di sisi lain, ini mengurangi momen ketika orang benar benar mengunjungi website sumber.

Bagi praktisi SEO dan pemilik bisnis, adaptasi tidak bisa hanya berhenti pada tweak kata kunci atau eksperimen schema. Strategi yang lebih realistis di 2026 adalah menerima bahwa sebagian pencarian akan selesai di lapisan AI, lalu merancang konten untuk dua tujuan sekaligus, menjadi referensi yang dipercaya sistem AI dan menjadi destinasi yang menawarkan kedalaman, konteks, dan pengalaman yang tidak bisa disalin begitu saja oleh ringkasan otomatis.

Di tengah semua perubahan, satu hal tetap konsisten, website yang memberi jawaban jernih, data yang kuat, dan sudut pandang yang jujur masih dibutuhkan, baik oleh pengguna maupun oleh model AI yang membutuhkan sumber belajar. Tantangannya adalah memastikan bahwa ketika nama Anda muncul di ringkasan, pengguna cukup penasaran untuk melangkah satu klik lebih jauh.

Kalau Anda sudah mulai melihat perubahan trafik setelah hadirnya AI Overviews, atau punya eksperimen menarik terkait struktur konten dan schema, bagikan pengalaman tersebut di kolom komentar, pertanyaan dan cerita nyata dari lapangan justru yang membuat diskusi seperti ini semakin relevan.

References


  1. Semrush — AI Overviews Study: What 2025 SEO Data Tells Us About Google’s Search Shift

  2. SellersCommerce — Google’s AI Overview Statistics (2025)

  3. Pew Research Center — Google users are less likely to click on links when an AI summary appears in the results

  4. ”WordStream
  5. ”]
  6. Search Engine Journal — Google AI Overviews Impact On Publishers & How To Adapt Into 2026

  7. Search Engine Land — Google AI Overviews drive 61% drop in organic CTR, 68% in paid

  8. Google Search Central — Top ways to ensure your content performs well in Google’s AI experiences on Search

  9. Digiday — Measuring Google’s AI Overviews’ impact: Why keyword data is more telling than CTRs for publishers

  10. The Guardian — Google AI Overviews put people at risk of harm with misleading health advice

  11. Business Insider — Google AI Overviews had the last laugh this year. My big ‘glue pizza’ moment is no more

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa perbedaan AI Overviews dengan featured snippet di Google?

Featured snippet biasanya mengambil satu potongan teks dari satu sumber dan menampilkannya di atas hasil pencarian, sedangkan AI Overviews merangkum jawaban dari banyak sumber sekaligus dan menyajikan ringkasan yang lebih panjang dengan beberapa tautan pendukung. Secara posisi, AI Overviews sering tampil lebih menonjol dan dapat mendorong hasil organik klasik lebih jauh ke bawah.

Apakah AI Overviews pasti menurunkan trafik organik semua situs?

Tidak selalu. Berbagai studi menunjukkan penurunan CTR rata rata ketika AI Overviews muncul, tetapi dampaknya berbeda antar industri dan tipe kueri. Beberapa brand justru melihat peningkatan klik pada kueri bermerek. Yang jelas, pola zero click membesar sehingga pemilik situs perlu menyesuaikan strategi, tidak hanya mengandalkan kueri informasional generik.

Bisakah pemilik situs memilih agar kontennya tidak dipakai di AI Overviews?

Google menyediakan kontrol berupa tag seperti nosnippet, data nosnippet, max snippet, dan noindex yang dapat membatasi cara konten ditampilkan di hasil pencarian, termasuk di format AI. Namun pembatasan ini juga dapat mengurangi visibilitas di hasil pencarian biasa. Karena itu, keputusan untuk membatasi perlu dipertimbangkan dengan hati hati berdasarkan model bisnis dan jenis konten.

Strategi teknis apa yang paling penting untuk bisa dikutip di AI Overviews?

Secara teknis, memastikan crawlability, structured data yang bersih, dan pengalaman halaman yang baik tetap menjadi fondasi. Di atas itu, susun konten dengan jawaban singkat di awal, struktur heading yang mencerminkan pertanyaan pengguna, dan bagian FAQ yang mengakomodasi variasi kueri. Tidak ada jaminan akan dikutip, tetapi pola ini selaras dengan cara sistem AI menyusun ringkasan.

Apakah investasi SEO masih relevan jika sebagian besar jawaban diambil alih AI Overviews?

Investasi SEO tetap relevan, tetapi tujuannya bergeser. Daripada mengejar semua klik dari pencarian, fokusnya menjadi muncul sebagai sumber tepercaya di mana pun pengguna mencari, termasuk di ringkasan AI, sekaligus membangun brand dan kanal milik sendiri. AI Overviews mungkin mengurangi jumlah klik, tetapi juga menyaring pengguna yang benar benar tertarik, sehingga nilai setiap kunjungan bisa meningkat jika pengalaman di situs dikelola dengan baik.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Bidang yang wajib diisi ditandai dengan *

D81U4Q

OFFICES

Surabaya

No. 21/A Dukuh Menanggal
60234 East Java

(+62)89658009251 [email protected]

FOLLOW ME