Daftar Isi Artikel
- Mengapa AI Overview Mengubah Cara Kita Melihat SEO
- Perbedaan pola pencarian dulu dan sekarang
- Dari SERP tradisional ke hasil yang dikurasi AI
- Implikasi ke brand, media, dan bisnis kecil
- Apa Itu AI Overview dan Bagaimana Cara Kerjanya?
- Definisi singkat AI Overview tanpa terlalu teknis
- Posisi AI Overview di halaman hasil pencarian
- Contoh query yang sering memunculkan AI Overview
- Apakah SEO Masih Penting Kalau Jawaban Sudah Diambil AI?
- SEO sebagai “pemasok konten” untuk AI Overview
- Manfaat tidak langsung, brand recall, trust, dan branded search
- Kapan traffic organik masih sangat penting
- Bagaimana AI Overview Memilih Sumber Jawaban?
- Relevansi topik dan intent pencarian
- E-E-A-T, experience, expertise, authoritativeness, trustworthiness
- Peran struktur teknis dan structured data
- Cara Riset Topik di Era Search Generatif
- Dari keyword ke pertanyaan dan problem nyata pengguna
- Menggunakan SERP, AI Overview, dan People Also Ask
- Menentukan topik pilar vs subtopik pendukung
- Cara Menulis Konten yang Tetap Muncul Walau Jawabannya Dirangkum AI
- Menyediakan “jawaban singkat” yang jelas dan padat
- Mengembangkan jawaban dengan konteks, contoh, dan data
- Menghindari konten tipis dan repetitif
- Struktur Artikel dan Heading yang Ramah AI Overview
- Merancang heading berbasis pertanyaan yang sering dicari
- Menggunakan FAQ dan Q&A block di dalam artikel
- Internal link ke artikel terkait dalam satu cluster topik
- Peran E-E-A-T dan Pengalaman Nyata di Era AI Search
- Menunjukkan pengalaman nyata, case study, data internal, eksperimen
- Menampilkan profil penulis dan kredensial yang relevan
- Transparansi sumber, update konten, dan koreksi bila perlu
- Technical SEO & Schema yang Mendukung AI Overview
- Hal teknis dasar, kecepatan, mobile, pengalaman halaman
- Schema, Article, BlogPosting, FAQ, HowTo, Product
- Kebersihan struktur HTML dan konsistensi heading
- Contoh Workflow Optimasi Konten untuk AI Overview
- Memilih satu artikel yang berpotensi muncul di AI Overview
- Langkah revisi, dari judul, heading, isi, sampai schema
- Metrik yang dipantau setelah optimasi, CTR, impressions, dan lainnya
- Kesalahan Umum Saat Menghadapi AI Overview
- Overproduksi konten AI tanpa kontrol kualitas
- Mengabaikan pengalaman dan sudut pandang unik
- Tidak pernah mengaudit dan mengupdate konten lama
- Checklist Praktis, Langkah Implementasi untuk Tim Kecil
- Audit cepat konten yang sudah ada
- Prioritas topik yang dioptimasi dulu, pendekatan 80/20
- Menyusun workflow editorial baru yang “AI aware”
- Download Template Checklist dan Guide Excel / Google Sheet
- Saatnya Menguji Strategi SEO di Era AI Overview
Lanskap pencarian berubah cepat, namun satu hal jelas, SEO di era AI Overview tidak lagi sekadar berburu posisi satu di daftar link biru. Sejak Google mulai menggulirkan AI Overview secara luas, berbagai studi mencatat penurunan click through rate organik hingga lebih dari tiga puluh persen pada query informasional yang memunculkan ringkasan AI di bagian atas halaman, bahkan beberapa laporan menyebut penurunan CTR bisa menembus enam puluh persen untuk sebagian segmen kata kunci tertentu[6][7]. Pada saat yang sama, porsi zero click search ikut meningkat sehingga semakin banyak pencarian yang selesai di halaman Google saja tanpa klik ke situs mana pun[8].
Namun ini bukan cerita kiamat untuk SEO. Google menegaskan bahwa AI Overview dibangun di atas sistem ranking yang sama dengan hasil pencarian biasa, dan tetap mengandalkan konten berkualitas tinggi dari publisher sebagai sumber jawabannya[1][5]. Artinya, strategi Anda perlu bergeser, dari sekadar mengejar posisi ke menjadi pemasok jawaban terbaik bagi mesin pencari sekaligus manusia. Artikel ini mengajak Anda membedah cara kerja AI Overview, dampaknya ke traffic, lalu melengkapinya dengan workflow praktis, checklist, dan template yang bisa langsung dipakai tim kecil untuk bertahan dan tetap tumbuh.

Visual pergeseran perilaku pencarian dari daftar link biru ke jawaban ringkas berbasis AI Overview
Mengapa AI Overview Mengubah Cara Kita Melihat SEO
AI Overview menggeser pusat gravitasi dari daftar link ke jawaban ringkas yang dikurasi AI. Bagi audiens usia 20 sampai 40 tahun yang akrab dengan teknologi dan serba multitasking, mendapatkan jawaban cepat terasa jauh lebih penting daripada menjelajahi banyak halaman. Bagi pemilik bisnis dan kreator konten, ini berarti permainan bergeser dari sekadar “ranking” menjadi “siapa yang cukup layak dikutip”.
1. Perbedaan pola pencarian dulu dan sekarang
Dulu, perilaku pencarian cenderung pendek dan generik, misalnya “seo adalah apa”, “cara buat website”. Sekarang, query semakin panjang, percakapan, dan bernuansa, misalnya “strategi seo untuk bisnis b2b di era ai” atau “apakah artikel blog masih penting kalau google sudah pakai ai overview”. Pergeseran ini didorong oleh kebiasaan bertanya ke chatbot dan asisten AI dengan gaya bahasa alami, termasuk melalui voice search.
Akibatnya, intent pencarian menjadi lebih kaya, bukan hanya tahu definisi, tetapi mencari opini, perbandingan, konteks, bahkan langkah implementasi. Bagi SEO, fokus hanya pada satu kata kunci pendek kini jauh kurang relevan dibanding memahami spektrum pertanyaan yang mengelilingi sebuah topik. Dokumentasi Google sendiri menekankan pentingnya konten yang membantu manusia menjawab kebutuhan nyata, bukan sekadar mengulang kata kunci[2].
Di lapangan, tools seperti GA4, Search Console, sampai laporan internal tim customer support mulai digunakan sebagai sumber insight query nyata, bukan hanya volume keyword dari tools riset.
2. Dari SERP tradisional ke hasil yang dikurasi AI
Dalam SERP tradisional, pengguna melihat daftar halaman, cuplikan snippet, lalu memilih sendiri mana yang ingin dikunjungi. Dengan AI Overview, banyak pengguna sekarang berhadapan dengan ringkasan jawaban di bagian atas yang menyatukan beberapa sumber, kemudian baru disusul blok link organik dan iklan di bawahnya[1][4].
Google menjelaskan bahwa AI Overview menggunakan model generatif yang bekerja di atas ranking yang sudah ada, kemudian menyusun “snapshot” informasi yang dianggap berguna, lengkap dengan beberapa link rujukan untuk “Learn more”[1]. Untuk banyak query informasional, pengguna merasa cukup dengan satu ringkasan dan mungkin satu klik lanjutan, bukan lagi tiga atau empat laman sekaligus.
3. Implikasi ke brand, media, dan bisnis kecil
Dampaknya tidak merata. Studi berbagai lembaga menunjukkan energi besar di sektor berita, travel, resep, dan how to, di mana penurunan traffic dari Google sudah terasa jelas[6][7][8].
Bagi brand besar, kehilangan sebagian klik mungkin masih tertutup oleh kekuatan nama dan kanal lain. Bagi media dan bisnis kecil, kehilangan tiga puluh sampai lima puluh persen traffic organik bisa berarti hilangnya sebagian besar leads dan pendapatan. Di sisi lain, muncul peluang baru, yaitu menjadi sumber yang sering dikutip oleh AI Overview sehingga nama brand muncul di ringkasan jawaban, meski jumlah klik turun.
Disinilah SEO di era AI Overview mulai terasa seperti kombinasi antara brand building, information architecture, dan content design yang dirancang sejak awal untuk siap dipahami mesin sekaligus diingat manusia.
Baca juga artikel menarik lainnya: Blueprint Konten AEO: Menang di AI Overviews Tanpa Kehilangan Trafik SEO

Diagram alur kerja AI Overview yang merangkum konten dari berbagai sumber menjadi satu jawaban
Apa Itu AI Overview dan Bagaimana Cara Kerjanya?
AI Overview bukan mesin pencari baru, melainkan lapisan jawaban generatif di atas hasil pencarian yang sudah ada. Bagi pengguna, fitur ini hadir seperti asisten yang sudah membaca beberapa halaman dan menyusunnya menjadi satu rangkuman singkat.
1. Definisi singkat AI Overview tanpa terlalu teknis
Secara sederhana, AI Overview adalah cuplikan jawaban berbasis AI yang muncul di bagian atas halaman pencarian untuk pertanyaan tertentu. Google menyebutnya sebagai “AI generated snapshot” yang bertujuan membantu pengguna memahami topik lebih cepat, kemudian jika perlu, melanjutkan eksplorasi ke situs sumber[4].
Jawaban ini tidak muncul untuk semua query, melainkan terutama untuk pertanyaan yang punya banyak aspek, membutuhkan penjelasan, atau melibatkan langkah langkah praktis. AI Overview menyusun rangkuman berdasarkan konten dari web yang sudah diindeks dan diberi ranking, bukan dari database tertutup.
2. Posisi AI Overview di halaman hasil pencarian
Dalam layout modern, AI Overview biasanya muncul di bagian paling atas halaman, kadang mendominasi layar pertama di perangkat mobile. Di bawahnya baru muncul kombinasi iklan, paket lainnya, dan hasil organik biasa[1].
Dari sudut pandang SEO, posisi ini menjelaskan mengapa CTR turun, karena mata pengguna sudah “dipegang” oleh blok jawaban AI tersebut. Namun perlu diingat, link ke sumber tetap ditampilkan di dalam blok AI Overview, hanya formatnya berbeda, lebih sedikit namun lebih eksplisit.
3. Contoh query yang sering memunculkan AI Overview
Beberapa pola query yang sering memicu AI Overview antara lain:
-
Pertanyaan definisi plus konteks, misalnya “apa itu consent mode dan dampaknya ke google ads”.
-
Pertanyaan perbandingan dan rekomendasi, misalnya “platform ai terbaik untuk tim marketing kecil”.
-
Pertanyaan how to bertahap, misalnya “langkah optimasi konten untuk ai overview”.
Studi berbagai pihak menunjukkan bahwa query informasional kompleks lebih sering memunculkan AI Overview dibandingkan query navigasional murni atau brand name tunggal[4][5].

SEO tetap penting sebagai pemasok konten berkualitas untuk jawaban AI Overview di hasil pencarian
Apakah SEO Masih Penting Kalau Jawaban Sudah Diambil AI?
Pertanyaan ini mungkin paling sering diajukan pemilik bisnis dan tim konten. Jika AI sudah menjawab di atas, apakah masih masuk akal berinvestasi di SEO? Jawabannya, justru sekarang SEO berubah menjadi infrastruktur yang memasok bahan baku bagi AI Overview.
1. SEO sebagai “pemasok konten” untuk AI Overview
Google menegaskan bahwa AI Overview tidak mengabaikan algoritma ranking yang sudah ada, melainkan mengandalkan sistem tersebut untuk memilih konten mana yang layak dijadikan bahan rangkuman[1][5].
Artinya, kalau konten Anda tidak memenuhi standar Search Essentials dan pedoman konten yang membantu manusia, peluang untuk menjadi sumber AI Overview akan rendah[2]. SEO di sini menjadi cara memastikan situs Anda:
-
Terindeks dengan baik,
-
Dipahami topiknya,
-
Tercatat memiliki sinyal kepercayaan dan pengalaman,
-
Mudah diekstrak jawaban singkatnya.
2. Manfaat tidak langsung, brand recall, trust, dan branded search
Meski klik turun, kehadiran nama brand di dalam AI Overview memberi efek exposure gratis yang tidak tercermin langsung di laporan traffic. Beberapa studi menunjukkan bahwa meski CTR menurun, pencarian dengan brand name dan navigasional tertentu tetap relatif stabil atau turun lebih kecil dibanding keyword generik[6][7].
Ini mengindikasikan bahwa orang yang sempat melihat nama brand di ringkasan bisa saja mengetik kembali nama tersebut beberapa hari kemudian. Di sini, SEO dan konten tidak hanya mengejar klik hari ini, tetapi juga membangun memori dan asosiasi di benak audiens.
3. Kapan traffic organik masih sangat penting
Traffic organik tetap krusial ketika:
-
Anda bermain di keyword dengan intensi pembelian tinggi namun belum terlalu “diringkas” AI, misalnya local intent atau niche yang sangat spesifik.
-
Bisnis Anda bergantung pada discovery konten mendalam, seperti studi kasus, whitepaper, atau dokumentasi teknis.
-
Anda ingin mengurangi ketergantungan pada iklan berbayar yang biayanya terus naik.
Selain itu, ada area yang belum sepenuhnya didominasi AI Overview, misalnya pencarian navigasional, banyak pencarian lokal, dan beberapa segmen B2B yang sangat spesifik. Di sini, SEO klasik tetap memiliki ruang bermain yang signifikan[1][5].

Visualisasi proses AI Overview menilai relevansi topik, intent, dan sinyal kepercayaan sebelum memilih sumber jawaban
Bagaimana AI Overview Memilih Sumber Jawaban?
Memahami cara AI Overview memilih sumber membantu Anda merancang konten yang “siap diambil” oleh sistem AI. Walau Google tidak mempublikasikan formula pasti, beberapa dokumen resmi dan studi lapangan memberikan gambaran pola yang cukup konsisten[1][5][13].
1. Relevansi topik dan intent pencarian
Pertama, sistem ranking tetap menimbang relevansi antara query dan konten. Ini berarti:
-
Topik artikel harus jelas, tidak melebar ke mana mana.
-
Heading dan subheading mencerminkan pertanyaan nyata pengguna.
-
Jawaban inti bisa ditemukan dengan cepat tanpa perlu menggulir terlalu jauh.
Pendekatan topic targeting yang disebut dalam analisis AI Overview mendorong kita memikirkan satu halaman sebagai jawaban untuk sekelompok pertanyaan yang saling terkait, bukan hanya satu keyword tunggal[5].
2. E-E-A-T, experience, expertise, authoritativeness, trustworthiness
Dokumen Quality Rater Guidelines menjelaskan konsep E E A T (Expertise, Experience, Authoritativeness, dan Trustworthiness) sebagai kerangka evaluasi kualitas halaman, yaitu pengalaman langsung, keahlian, otoritas, dan kepercayaan[3][9]. Google berulang kali menegaskan bahwa tidak ada skor E E A T tunggal yang dimasukkan ke algoritma, namun sistem ranking dirancang agar konten dengan ciri ciri tersebut cenderung tampil lebih baik.
Untuk AI Overview, sinyal E E A T membantu model menentukan sumber mana yang lebih layak dikutip ketika beberapa halaman membahas topik yang sama. Misalnya:
-
Artikel yang menyertakan studi kasus nyata, data internal, atau pengalaman langsung.
-
Profil penulis yang jelas dengan kredensial relevan.
-
Reputasi situs yang baik dan minim klaim misinformasi.
3. Peran struktur teknis dan structured data
Selain konten, ada faktor teknis yang memudahkan sistem AI “membaca” halaman Anda, antara lain:
-
Struktur heading yang rapi dan hierarkis.
-
Paragraf jawaban singkat yang menonjol di awal bagian.
-
Structured data yang menjelaskan jenis konten seperti Article, FAQ, HowTo, atau Product sesuai konteks[10][11][12][14].
Beberapa panduan terbaru menunjukkan bahwa schema yang baik dapat membantu konten muncul sebagai rujukan di berbagai fitur AI search, karena model punya lebih banyak sinyal untuk memahami struktur informasi di halaman[11][12].
Baca juga artikel menarik lainnya: Schema & Entity SEO 2025, Markup Wajib untuk AEO dan GEO

Proses riset topik SEO di era search generatif dengan memetakan pertanyaan dan intent pengguna
Cara Riset Topik di Era Search Generatif
Riset topik saat ini perlu berpindah dari sekadar daftar keyword volume tinggi ke peta pertanyaan dan problem nyata pengguna. Ini lebih dekat ke product discovery daripada sekadar copywriting.
1. Dari keyword ke pertanyaan dan problem nyata pengguna
Mulailah dari pertanyaan, misalnya:
-
“Masalah apa yang paling sering ditanyakan pelanggan di email atau WhatsApp?”
-
“Bagian mana dari product onboarding yang paling sering membingungkan pengguna?”
Dari sini, turunkan menjadi cluster pertanyaan, lalu baru turunkan lagi menjadi kata kunci. Pendekatan ini sejalan dengan arahan Google agar kreator fokus pada konten yang membantu manusia menyelesaikan tugas dan kebutuhan, bukan hanya mengejar ranking[2][13].
2. Menggunakan SERP, AI Overview, dan People Also Ask
SERP kini menjadi alat riset insight, bukan cuma medan tempur. Anda bisa:
-
Mengetik query utama lalu memetakan bagaimana AI Overview menyusun jawaban.
-
Melihat bagian People Also Ask dan Related Searches untuk mengenali pertanyaan turunan.
-
Mencatat situs apa saja yang sering muncul sebagai rujukan di AI Overview.
Beberapa panduan praktis menyarankan untuk mencatat pola struktur jawaban AI Overview, seperti bullet, urutan langkah, atau ringkasan konsep, lalu memastikan konten Anda menyediakan struktur serupa namun dengan kedalaman yang lebih bermanfaat[4][5][14].
3. Menentukan topik pilar vs subtopik pendukung
Dari peta pertanyaan, Anda bisa membedakan:
-
Topik pilar, misalnya “SEO di era AI Overview”. Ini biasanya membahas pengenalan, gambaran besar, dan prinsip utama.
-
Subtopik pendukung, misalnya “cara menulis FAQ untuk ai overview”, “contoh schema untuk konten how to”, “workflow audit konten generatif untuk tim kecil”.
Topik pilar cocok ditargetka untuk query luas dan berbagai variasinya, sedangkan subtopik mengincar long tail dan kebutuhan lebih spesifik. Dalam cluster, internal link antar artikel memperkuat konteks bagi pengguna dan mesin, sehingga peluang dipahami sebagai otoritas di satu area semakin besar[10][12].

Penulisan konten yang menggabungkan jawaban singkat dan penjelasan mendalam agar tetap relevan di era AI Overview
Cara Menulis Konten yang Tetap Muncul Walau Jawabannya Dirangkum AI
Tantangan utama penulisan hari ini adalah membuat konten yang cukup ringkas untuk dirangkum, namun cukup kaya untuk tetap layak dikunjungi.
1. Menyediakan “jawaban singkat” yang jelas dan padat
Setiap topik utama sebaiknya memiliki satu paragraf jawaban singkat yang:
-
Menjawab pertanyaan secara langsung dalam satu atau dua kalimat.
-
Menyebutkan istilah penting secara natural.
-
Tidak berputar mengulur waktu hanya demi panjang teks.
Praktiknya, letakkan jawaban ringkas di awal bagian setelah heading, lalu baru kembangkan dengan penjelasan tambahan. Ini memudahkan AI Overview dan fitur snippet lainnya “mengambil” inti jawaban Anda[14].
2. Mengembangkan jawaban dengan konteks, contoh, dan data
Setelah jawaban singkat, kembangkan bagian dengan:
-
Contoh kasus nyata atau skenario bisnis.
-
Data ringkas, seperti persentase perubahan CTR atau traffic.
-
Perbandingan pendek dengan alternatif lain.
Pendekatan ini menggabungkan pola “baseline jawaban untuk AI” dengan nilai tambah bagi pembaca yang tetap mau mengunjungi situs Anda, karena mereka mendapatkan insight, bukan hanya definisi.
3. Menghindari konten tipis dan repetitif
Google sudah lama mengingatkan agar kreator menghindari konten yang dibuat hanya untuk mesin, terutama hasil copy paste atau parafrase massal tanpa nilai tambah[2][13]. Di era model generatif, risiko ini semakin tinggi karena setiap orang bisa menghasilkan ribuan kata dalam beberapa menit.
Untuk bertahan, Anda perlu:
-
Menyaring output AI dan menambahkan sudut pandang, data internal, dan pengalaman nyata.
-
Menggabungkan riset, dokumentasi, dan insight dari tim front line seperti customer support atau sales.
-
Menghapus atau menggabungkan artikel yang isinya terlalu mirip sehingga mengaburkan fokus topik pilar.

Contoh visual struktur artikel yang ramah AI Overview dengan heading tanya jawab dan FAQ yang jelas
Struktur Artikel dan Heading yang Ramah AI Overview
Struktur artikel kini bukan hanya soal kenyamanan pembaca, tetapi juga peta navigasi bagi model AI yang mencoba memahami isi halaman.
1. Merancang heading berbasis pertanyaan yang sering dicari
Alih alih heading generik, gunakan heading yang mencerminkan pertanyaan nyata, misalnya:
-
“Bagaimana cara audit konten untuk AI Overview?”
-
“Apa saja schema yang mendukung hasil AI search?”
Pertanyaan ini mendekati pola query yang diketik pengguna dan memudahkan model untuk mengasosiasikan bagian tertentu di artikel Anda dengan intent pencarian yang sangat spesifik[5][11].
2. Menggunakan FAQ dan Q&A block di dalam artikel
FAQ bukan lagi sekadar pelengkap. Implementasi FAQ di level konten dan schema terbukti membantu konten dikutip oleh berbagai sistem AI sebagai jawaban singkat[11].
Praktiknya:
-
Sisipkan FAQ di dekat bagian akhir artikel dengan tiga sampai tujuh pertanyaan.
-
Gunakan format tanya jawab yang ringkas dan langsung ke poin.
-
Pasangkan dengan FAQPage structured data yang sesuai pedoman Google[10].
3. Internal link ke artikel terkait dalam satu cluster topik
Internal link membantu mesin memahami peta topik di situs Anda dan memberi konteks bahwa beberapa artikel saling terkait. Untuk AI Overview dan fitur generatif lain, cluster internal yang rapi memberi sinyal bahwa situs Anda tidak hanya punya satu artikel tentang topik tertentu, tetapi satu rangkaian pengetahuan yang saling melengkapi[10][12].

Penguatan sinyal E-E-A-T melalui profil penulis dan studi kasus nyata di halaman konten
Peran E-E-A-T dan Pengalaman Nyata di Era AI Search
Konsep E E A T menjadi semakin penting ketika pengguna tidak lagi melihat banyak link, tetapi hanya beberapa sumber rujukan di dalam satu ringkasan AI.
1. Menunjukkan pengalaman nyata, case study, data internal, eksperimen
E E A T menempatkan pengalaman langsung sejajar dengan keahlian formal[3][9]. Di konteks SEO era AI, ini bisa berarti:
-
Menulis studi kasus kampanye SEO nyata yang Anda jalankan, lengkap dengan angka sebelum dan sesudah.
-
Membagikan eksperimen Anda terhadap perubahan CTR setelah AI Overview hadir di sebuah kata kunci.
-
Menyertakan tangkapan layar, tabel, atau grafik yang menambah kedalaman, tanpa membocorkan data sensitif.
Konten dengan pengalaman nyata lebih sulit digantikan oleh generative AI murni karena menyertakan detail kontekstual yang tidak ada di artikel generik.
2. Menampilkan profil penulis dan kredensial yang relevan
Secara teknis, E E A T tidak dinilai sebagai skor tunggal, namun laman yang menjelaskan siapa penulisnya dan apa pengalamannya cenderung mendapat penilaian kualitas yang lebih baik[3][9].
Implementasi sederhana yang bisa dilakukan:
-
Tambahkan bio singkat penulis dengan link ke halaman profil yang lebih lengkap.
-
Sertakan riwayat pengalaman, projek penting, atau publikasi yang relevan.
-
Gunakan markup Author dan, bila perlu, Person di structured data untuk menandai identitas penulis[10].
3. Transparansi sumber, update konten, dan koreksi bila perlu
Di tengah berbagai kritik tentang potensi halusinasi AI Overview dan penurunan traffic ke publisher, transparansi sumber menjadi nilai jual penting[7].
Anda bisa:
-
Menyertakan daftar referensi di akhir artikel dengan format konsisten.
-
Menandai tanggal update konten dan menjelaskan perubahan signifikan.
-
Menyediakan mekanisme koreksi jika ada informasi yang perlu diperbarui.
Langkah ini tidak hanya baik untuk pembaca, tetapi juga sejalan dengan sinyal kualitas yang diharapkan oleh sistem penilaian Google.

Kolaborasi teknis untuk mengoptimalkan kecepatan situs dan schema pendukung AI Overview
Technical SEO & Schema yang Mendukung AI Overview
Teknis dasar tetap penting. Tanpa fondasi ini, konten terbaik sekalipun bisa sulit dijadikan rujukan karena performa situs buruk atau struktur halaman berantakan[10][12].
1. Hal teknis dasar, kecepatan, mobile, pengalaman halaman
Beberapa fokus praktis:
-
Pastikan halaman Anda mobile friendly dan cepat dimuat, terutama di jaringan seluler.
-
Perhatikan Core Web Vitals seperti LCP, CLS, dan INP.
-
Minimalkan iklan dan elemen yang mengganggu pengalaman membaca.
Google menempatkan faktor ini sebagai bagian dari fondasi Search Essentials yang menentukan kelayakan konten untuk tampil di berbagai fitur penelusuran[2][10].
2. Schema, Article, BlogPosting, FAQ, HowTo, Product
Structured data membantu mesin mengenali tipe konten dan bagian penting di dalamnya. Untuk konteks AI Overview dan fitur generatif, schema yang paling sering relevan antara lain:
-
Article / BlogPosting untuk artikel analisis dan berita[10].
-
FAQPage untuk halaman yang berisi tanya jawab.
-
HowTo untuk panduan langkah demi langkah.
-
Product untuk halaman produk dengan harga, ketersediaan, dan ulasan[10].
Beberapa panduan terbaru menunjukkan bahwa struktur data yang lengkap membantu AI memahami entitas, hubungan, dan konteks topik sehingga lebih percaya diri ketika harus menyusun ringkasan[11][12][14].
3. Kebersihan struktur HTML dan konsistensi heading
Struktur HTML yang rapi mempermudah sistem untuk memetakan heading, paragraf, dan list. Hindari praktik seperti:
-
Menggunakan heading hanya untuk styling, misalnya H3 dipakai untuk teks kecil yang bukan subjudul.
-
Menjejalkan banyak elemen inline yang mengacaukan urutan teks.
Gunakan satu H1 per halaman, diikuti H2 untuk bab utama, lalu H3 untuk sub poin. Progress yang konsisten membantu mesin memetakan bagian mana yang menjawab pertanyaan tertentu dengan jelas.

Visual workflow langkah demi langkah optimasi konten agar siap menjadi rujukan AI Overview
Contoh Workflow Optimasi Konten untuk AI Overview
Bagian ini merangkum bagaimana tim kecil bisa menerjemahkan teori di atas menjadi alur kerja nyata yang bisa diulang.
1. Memilih satu artikel yang berpotensi muncul di AI Overview
Langkah awal:
-
Buka Google Search Console, cari artikel dengan impresi tinggi tetapi CTR mulai turun tajam setelah AI Overview muncul di query terkait.
-
Cek langsung SERP untuk melihat apakah AI Overview sudah hadir dan apakah ada situs lain yang sering dikutip.
-
Pilih satu artikel pilar sebagai kandidat uji optimasi.
Idealnya, pilih topik yang relevan dengan bisnis inti Anda sehingga setiap perbaikan berdampak ke hasil nyata, bukan hanya eksperimen akademis.
2. Langkah revisi, dari judul, heading, isi, sampai schema
Untuk artikel yang terpilih, jalankan langkah berikut:
1. Perbaiki judul dan H1 agar mendekati cara orang bertanya, sambil tetap mengandung kata kunci utama.
2. Susun ulang H2 dan H3 menjadi pertanyaan yang jelas dan berorientasi problem.
3. Tambahkan jawaban singkat di awal setiap bagian penting.
4. Sisipkan studi kasus, data internal, atau contoh konkret untuk memperkuat E E A T.
5. Tambahkan FAQ di akhir artikel dan pasang schema FAQPage.
6. Lengkapi Article schema dengan informasi penulis, tanggal publikasi, dan tanggal update[10][11].
7. Pastikan situs lulus dasar teknis, terutama kecepatan dan mobile experience.
3. Metrik yang dipantau setelah optimasi, CTR, impressions, dan lainnya
Setelah revisi, jangan lupa mengukur dampak. Metrik yang penting dipantau antara lain:
-
Perubahan impresi dan CTR untuk query utama dan variasinya.
-
Porsi klik dari brand search sebagai indikasi brand recall.
-
Perubahan engagement di halaman, seperti waktu baca dan scroll depth.
Studi lapangan menunjukkan bahwa meski CTR total mungkin tidak kembali ke angka sebelum AI Overview, ada pergeseran menuju traffic yang lebih berkualitas dan lebih siap mengambil tindakan jika konten dan produk Anda memang relevan[6][7][13].

Gambaran umum kesalahan yang sering terjadi saat mengoptimasi konten untuk AI Overview, dari kuantitas tanpa kualitas sampai minim audit
Kesalahan Umum Saat Menghadapi AI Overview
Dalam kepanikan menghadapi penurunan traffic, tidak sedikit tim yang justru mengambil langkah yang memperburuk situasi.
1. Overproduksi konten AI tanpa kontrol kualitas
Kemudahan menghasilkan konten dengan model generatif menggoda banyak pihak untuk memproduksi ratusan artikel serupa. Tanpa kontrol kualitas dan pengalaman nyata, pola ini justru bertentangan dengan pedoman konten yang membantu manusia[2][13].
Konten yang terlalu generik dan tidak menyajikan nilai tambah nyata cenderung sulit mendapat kepercayaan algoritma maupun pengguna, apalagi untuk dijadikan sumber AI Overview.
2. Mengabaikan pengalaman dan sudut pandang unik
Banyak situs hanya merangkum apa yang sudah dikatakan situs lain, tanpa menambahkan insight, data, atau belajar dari pengalaman lapangan. Di era AI, justru sudut pandang unik dan cerita nyata yang menjadi pembeda antara artikel yang layak dikutip dan artikel yang hilang di keramaian[9].
3. Tidak pernah mengaudit dan mengupdate konten lama
Konten lama yang dulu perform sekarang bisa jadi kalah relevan di mata AI Overview. Tanpa audit berkala, Anda tidak tahu artikel mana yang:
-
Sudah ketinggalan data dan perlu update,
-
Perlu digabung karena terlalu mirip,
-
Perlu dioptimasi ulang strukturnya untuk pertanyaan generatif.
Audit rutin membantu memprioritaskan sumber daya di area yang memberi dampak terbesar, bukan menambah artikel baru tanpa henti.

Tim kecil menggunakan checklist praktis untuk mengelola strategi SEO di era AI Overview
Checklist Praktis, Langkah Implementasi untuk Tim Kecil
Bagian ini dirancang khusus untuk tim kecil, misalnya satu sampai tiga orang yang mengurus konten, SEO, dan website sekaligus. Fokusnya adalah menghindari overthinking dan memastikan langkah implementasi bisa berjalan minggu ini, bukan hanya jadi wacana.
1. Audit cepat konten yang sudah ada
Mulai dari daftar konten yang sudah Anda miliki, lalu tandai:
-
Artikel pilar yang membahas topik strategis.
-
Artikel dengan impresi tinggi dan CTR turun.
-
Artikel yang sering dijadikan referensi internal atau eksternal.
Gunakan Google Search Console dan analitik internal untuk mempercepat proses identifikasi, lalu catat semuanya di template audit yang kita bahas di bagian berikut.
2. Prioritas topik yang dioptimasi dulu, pendekatan 80/20
Tidak semua artikel harus dioptimasi sekaligus. Gunakan pendekatan 80/20:
-
Prioritaskan topik yang paling dekat dengan penawaran utama bisnis.
-
Fokuskan energi pada halaman dengan sinyal kuat, seperti impresi tinggi atau backlink berkualitas.
-
Jadikan artikel dengan potensi AI Overview tertinggi sebagai pilot project untuk menguji metode optimasi Anda.
Dengan cara ini, Anda menghindari jebakan menggarap terlalu banyak halaman sekaligus tanpa hasil yang jelas.
3. Menyusun workflow editorial baru yang “AI aware”
Workflow editorial yang selaras dengan era AI Overview sebaiknya mencakup:
1. Riset intent dan pertanyaan utama.
2. Penyusunan outline berbasis pertanyaan dan cluster subtopik.
3. Penulisan jawaban singkat per bagian.
4. Penambahan studi kasus, data, dan sudut pandang unik.
5. Implementasi schema dan elemen teknis.
6. Review E E A T, termasuk bio penulis dan referensi.
7. Pengukuran dampak dan iterasi.
8. Dengan workflow ini, setiap artikel baru lahir dengan kesiapan AI Overview, bukan dipaksa menyesuaikan belakangan.
4. Download Template Checklist dan Guide Excel / Google Sheet
Untuk membantu Anda menerapkan semua langkah di atas, sudah disiapkan template checklist dalam format Excel yang juga nyaman dipakai di Google Sheet. Template ini berisi kolom penting seperti:
-
URL dan judul artikel.
-
Topik pilar atau cluster.
-
Target query dan intent pencarian.
-
Status apakah sudah memunculkan AI Overview.
-
Catatan AI Overview dan angle jawaban.
-
Sinyal E E A T yang sudah ada dan yang perlu ditambah.
-
Status schema, internal link, dan quick summary.
-
Metrik awal dan hasil setelah optimasi.
Anda bisa menggunakannya untuk audit konten lama dan perencanaan artikel baru.
Gunakan template ini sebagai “dasbor kecil” tim Anda, jadwalkan satu sesi mingguan selama satu jam untuk mengupdate data dan memutuskan langkah optimasi minggu berikutnya.
Download template Excel / Google Sheet:
Download SEO AI Overview Checklist
Baca juga artikel menarik lainnya: Mengukur Keberhasilan SEO: KPI dan Alat yang Perlu Diketahui

Ajakan untuk mulai menguji dan mengukur strategi SEO di era AI Overview secara bertahap
Saatnya Menguji Strategi SEO di Era AI Overview
AI Overview memang mengubah cara orang berinteraksi dengan hasil pencarian, namun bukan berarti akhir dari SEO. Justru sekarang, permainan bergeser dari sekadar mengejar posisi menjadi merancang konten yang layak dipilih dan dikutip oleh sistem AI. Dengan memahami cara kerja AI Overview, memperkuat E E A T, merapikan struktur konten dan schema, serta membangun workflow editorial yang “AI aware”, Anda memberi peluang lebih besar bagi brand untuk tetap hadir di hadapan audiens, bahkan ketika jawaban sudah diringkas di halaman hasil pencarian.
Langkah berikutnya ada di tangan Anda, mulai dari satu artikel, satu audit sederhana, dan satu eksperimen terukur. Jika Anda sudah mencoba beberapa strategi, atau justru sedang bingung dari mana harus memulai, silakan ceritakan pengalaman, pertanyaan, atau insight Anda di kolom komentar, agar diskusi tentang SEO di era AI Overview ini bisa berkembang lebih kaya dan relevan dengan tantangan nyata yang Anda hadapi.
References
- Google Search Central — AI features and your website ↩
- Google Search Central — Creating helpful, reliable, people-first content ↩
- Google Search Central Blog — Our latest update to the quality rater guidelines: E-E-A-T ↩
- SEO.com — AI Overviews: Everything You Need to Know as an SEO ↩
- Search Engine Journal — Google’s AI Overviews Documentation: Key SEO Insights ↩
- Seer Interactive — AIO Impact on Google CTR: September 2025 Update ↩
- seoClarity — Impact of Google AI Overviews on Organic SEO Traffic ↩
- New York Post / Similarweb — Google AI summaries increase frequency of zero clicks ↩
- Backlinko — Google E-E-A-T: How to Create People-First Content ↩
- Google Search Central — Article structured data (termasuk FAQ dan Product) ↩
- Passionfruit — FAQ Schema for AI Answers ↩
- Hashmeta — Structured Data Implementation Guide for SGE and AI Overviews ↩
- SEO Sherpa — Google AI Search Guidelines (2025) ↩
- eSEOSpace — How to Optimize Content for Google AI Overviews (SGE) ↩